Ketika Kita Mendapat Takdir yang Tidak Kita Sukai

Ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Jawas
01 May 2026 • 1 VIEWS • Durasi: 45:59 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

ketika-kita-mendapat-takdir-yang-tidak-kita-sukai-yazid.mp3

DOWNLOAD

Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan beberapa sikap yang harus diperhatikan seorang muslim ketika mendapatkan takdir yang tidak disukai. Hal ini berkaitan dengan keimanan kita kepada takdir Allah, baik yang baik maupun yang buruk.

1. Pandangan Tauhid

Ketika menghadapi takdir yang tidak disukai, pandangan pertama kita haruslah tauhid, yaitu mengesakan Allah. Kita wajib meyakini bahwa Allah-lah satu-satunya Pencipta, Pemberi Rezeki, Pemilik, Pengatur, Yang Menghidupkan, dan Yang Mematikan alam semesta. Semua yang terjadi, baik di langit maupun di bumi, telah ditetapkan oleh Allah 50.000 tahun sebelum penciptaan-Nya. Allah tidak pernah zalim kepada hamba-Nya. Oleh karena itu, kita wajib mengikhlaskan ibadah dan doa hanya kepada Allah semata. Allah berbuat apa yang Dia kehendaki, dan segala ketetapan-Nya adalah kebaikan bagi hamba-Nya.

2. Allah Maha Adil

Pandangan kedua adalah meyakini bahwa Allah itu Maha Adil. Allah tidak pernah berbuat zalim kepada hamba-Nya. Dalam hadits qudsi, Allah berfirman, "Wahai hamba-hambaku, sesungguhnya telah Kuharamkan kezaliman atas diri-Ku, maka janganlah kalian saling menzalimi." Apapun yang menimpa kita adalah keadilan dari-Nya. Kita wajib berprasangka baik (husnudzon) kepada Allah.

3. Allah Maha Kasih Sayang

Ketiga, kita harus memandang bahwa Allah itu Maha Kasih Sayang. Allah adalah Ar-Rahman, Ar-Rahim, dan Arhamur rahimin (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan sebaik-baik penyayang). Bahkan para Nabi yang merupakan kekasih Allah pun menghadapi ujian berat, seperti dibunuh. Oleh karena itu, kita tidak boleh berburuk sangka kepada Allah, karena Dia Maha Sayang kepada hamba-Nya.

4. Semua ada Hikmahnya

Keempat, setiap takdir Allah pasti mengandung hikmah. Tidak ada perbuatan Allah yang sia-sia. Bencana, gempa, banjir, kematian, semua memiliki hikmah yang mungkin belum kita ketahui. Seorang mukmin wajib mengimani bahwa di balik setiap kejadian, ada pelajaran dan kebaikan yang terkandung di dalamnya.

5. Allah Tetap Terpuji

Kelima, Allah adalah Dzat yang Maha Terpuji dalam setiap keadaan. Apapun yang Allah lakukan, Dia tetap berhak mendapatkan pujian. Hanya Allah yang berhak atas segala sanjungan. Nabi ﷺ pun selalu memuji Allah, bahkan dalam shalat ketika i'tidal. Orang yang marah atas takdir berarti dia marah kepada Allah. Kita wajib bersyukur dan bersabar atas segala musibah, serta senantiasa memuji Allah.

6. Masyhadul Ubudiyah (Sebagai Hamba)

Terakhir, kita adalah hamba Allah (abid), bukan yang disembah (ma'bud). Sebagai hamba, kita wajib menerima semua ketetapan Allah, karena Allah tidak pernah zalim. Untuk keselamatan di dunia dan akhirat, kita harus mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah.

Ustadz Yazid kemudian menguraikan makna dari dzikir yang mulia: Raditu billahi Rabba, wabil Islami Dina, wabi Muhammadin Nabiyya (Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabiku).

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
— QS. Adz-Dzariyat: 56 • REFERENCE LINK
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam itu menjadi agama bagimu."
— QS. Al-Ma'idah: 3 • REFERENCE LINK
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi."
— QS. Ali 'Imran: 85 • REFERENCE LINK
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
— QS. At-Taghabun: 11 • REFERENCE LINK
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ
"Sesungguhnya besarnya ganjaran itu sebanding dengan besarnya cobaan. Dan sesungguhnya Allah, apabila mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Barangsiapa ridha, maka baginya keridhaan (Allah), dan barangsiapa murka, maka baginya kemurkaan (Allah)."
— HR. At-Tirmidzi No. 2396 • REFERENCE LINK
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ
"Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Dia akan menimpakan musibah kepadanya."
— HR. Bukhari No. 5645 • REFERENCE LINK
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حَزَنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
"Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundahan, bahkan duri yang menusuknya melainkan Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya dengan semua itu."
— HR. Bukhari No. 5641 dan Muslim No. 2573 • REFERENCE LINK
رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
"Aku ridha Allah sebagai Rabb-ku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad ﷺ sebagai Nabiku."
— HR. Ahmad No. 18392, Abu Daud No. 5072, At-Tirmidzi No. 3389, Ibnu Majah No. 3870, An-Nasa'i dalam 'Amal Al-Yawm wal Laylah', Ibnu As-Sunni. Dihasankan oleh Syekh Al-Albani. • REFERENCE LINK

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Ketika takdir tidak sesuai harapan, ingatlah bahwa Allah adalah satu-satunya Pengatur, serahkan semua kepada-Nya."

WHATSAPP

"Musibah bukan tanda kebencian Allah, tapi bukti cinta-Nya untuk menguji dan membersihkan dosa."

WHATSAPP

"Jangan pernah berburuk sangka kepada Allah, karena di balik setiap takdir-Nya ada kasih sayang yang tak terhingga."

WHATSAPP

"Setiap kesulitan yang menimpa pasti mengandung hikmah, yakinlah ada kebaikan di baliknya."

WHATSAPP

"Jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka; ridha dengan ujian-Nya adalah kunci ridha Allah."

WHATSAPP

"Musibah adalah nikmat yang menghapus dosa, kembalikan hatimu pada kerendahan dan ketundukan kepada Allah."

WHATSAPP

"Dunia ini tidak ada harganya; tujuan hidup kita adalah surga, bukan kenikmatan fana."

WHATSAPP

"Islam adalah nikmat terbesar; jangan pernah menukarnya dengan apapun, karena ia adalah jalan kebahagiaan sejati."

WHATSAPP

"Cintailah Nabi Muhammad ﷺ melebihi segalanya, dan buktikan dengan menaati serta mengikuti ajarannya."

WHATSAPP

"Berharaplah hanya kepada Allah, karena Dialah yang mengatur rezeki dan memberikan yang terbaik bagi kita."

WHATSAPP