Keutamaan Memberi Kabar Gembira Kitab Riyadush Shalihin

Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 46:25 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP TELEGRAM

Kajian ini membahas keutamaan memberi kabar gembira berdasarkan hadits-hadits dalam Kitab Riyadush Shalihin. Ustadz Firanda menjelaskan bahwa memberi kabar gembira adalah akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah SAW, karena dapat menumbuhkan harapan, semangat, dan kebahagiaan di hati sesama muslim. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dianjurkan untuk menyebarkan berita baik, seperti kelahiran anak, kesembuhan, atau rezeki yang halal, sebagai bentuk saling mendoakan dan mempererat ukhuwah. Dalil yang digunakan antara lain hadits tentang Rasulullah yang selalu memulai dengan kabar gembira saat bertemu sahabat, serta ayat Al-Qur'an yang memerintahkan untuk menyampaikan berita gembira kepada orang-orang beriman. Implikasi praktisnya, kita harus menghindari menyebarkan berita buruk atau gosip, dan lebih fokus pada hal-hal positif yang membawa manfaat. Kajian ini juga menekankan bahwa memberi kabar gembira adalah bagian dari dakwah bil hal, yaitu dakwah melalui perbuatan nyata. Dengan membiasakan diri memberi kabar gembira, kita turut menebarkan rahmat dan kasih sayang di tengah masyarakat. Ustadz Firanda juga mengingatkan agar kabar gembira yang disampaikan bersifat jujur dan tidak berlebihan, sehingga tidak menimbulkan fitnah. Pada akhirnya, amalan ini akan mendatangkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka dibawa ke dalam surga secara berombongan, sehingga apabila mereka sampai ke surga dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaga surga berkata kepada mereka, 'Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu, maka masukilah surga ini, kamu kekal di dalamnya.'"
— QS. Az-Zumar: 73
"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia."
— QS. Fussilat: 34
"Barangsiapa yang memberi kabar gembira kepada saudaranya, maka Allah akan memberi kabar gembira kepadanya di akhirat."
— HR. Bukhari dan Muslim (makna hadits)
"Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah."
— HR. Tirmidzi
"Janganlah kalian saling hasad, jangan saling menipu, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan janganlah sebagian kalian menjual di atas penjualan sebagian yang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara."
— HR. Muslim
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Perumpamaan orang-orang beriman dalam saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi adalah seperti satu tubuh; jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan demam dan tidak bisa tidur."
— HR. Muslim
"Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat."
— HR. Muslim
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran."
— QS. Al-Maidah: 2

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Kabar gembira adalah obat hati yang paling manis."

WHATSAPP

"Senyummu pada saudaramu adalah sedekah dan kabar gembira."

WHATSAPP

"Jangan biarkan lisanmu lebih sering menyebarkan berita buruk."

WHATSAPP

"Kebaikan sekecil apapun, jika konsisten, akan menjadi gunung pahala."

WHATSAPP

"Orang yang suka memberi kabar gembira akan dirindukan kehadirannya."

WHATSAPP

"Hindari hasad, karena ia menghalangi hatimu untuk turut bahagia."

WHATSAPP

"Media sosial bisa menjadi ladang pahala jika diisi kabar gembira."

WHATSAPP

"Doakan kebaikan untuk orang lain, niscaya malaikat akan mendoakanmu."

WHATSAPP

"Kabar gembira yang tulus akan membuka pintu rezeki."

WHATSAPP

"Jadilah pembawa kabar baik, bukan penyebar fitnah."

WHATSAPP