Keutamaan Menahan Marah

Ustadz Abdullah Zaen M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 52:03 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

keutamaan-menahan-marah-ustadz-abdullah-zaen.mp3

DOWNLOAD

Kajian ini membahas tentang keutamaan menahan marah dalam Islam. Ustadz Abdullah Zaen menjelaskan bahwa marah adalah sifat alami manusia, namun Islam mengajarkan untuk mengendalikannya. Marah yang tidak terkendali dapat merusak hubungan sosial dan spiritual. Dalil dari Al-Qur'an dan hadits menekankan pentingnya menahan amarah. Praktik menahan marah termasuk dalam akhlak mulia yang dicintai Allah. Kajian ini memberikan panduan praktis untuk mengelola emosi marah. Setiap muslim dianjurkan untuk berlatih sabar dan memaafkan. Dengan menahan marah, seseorang mendapatkan pahala besar dan ketenangan hati. Ustadz juga mengingatkan bahwa marah adalah ujian keimanan. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara mengatasinya sesuai syariat.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Yaitu orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."
— QS. Ali Imran: 134
"Bukanlah orang kuat itu yang pandai bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah."
— HR. Bukhari no. 6114
"Apabila salah seorang di antara kalian marah, hendaklah ia diam."
— HR. Ahmad no. 2137
"Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api. Api padam dengan air, maka apabila salah seorang di antara kalian marah, hendaklah berwudhu."
— HR. Abu Dawud no. 4784
"Barangsiapa yang menahan amarahnya padahal ia mampu melampiaskannya, Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk, lalu menyuruhnya memilih bidadari yang ia sukai."
— HR. Abu Dawud no. 4777
"Jangan marah, maka bagimu surga."
— HR. Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir
"Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun, dan Dia mencintai sifat pemaaf."
— HR. Tirmidzi no. 1999
"Tidaklah seseorang menahan marahnya karena Allah, melainkan Allah akan memenuhi hatinya dengan iman dan ketenangan."
— HR. Ahmad no. 22340
"Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain, itulah orang-orang yang mendapat derajat tinggi di sisi Allah."
— Tafsir Ibnu Katsir tentang QS. Ali Imran: 134
"Marah itu membakar kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar."
— HR. Ibnu Majah no. 4187

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Marah itu wajar, tapi jangan biarkan ia menguasai hatimu."

WHATSAPP

"Diam saat marah adalah tanda kebijaksanaan."

WHATSAPP

"Setiap amarah yang kau tahan adalah pahala yang menanti."

WHATSAPP

"Orang yang kuat bukan yang bisa membalas, tapi yang bisa menahan."

WHATSAPP

"Wudhu bukan hanya membersihkan tubuh, tapi juga meredakan amarah."

WHATSAPP

"Marah adalah api, jangan sampai ia membakar hubunganmu."

WHATSAPP

"Maafkanlah, karena memaafkan lebih mulia daripada marah."

WHATSAPP

"Ketenangan hati dimulai dari kemampuan menahan lidah."

WHATSAPP

"Jangan biarkan setan menari-nari dalam amarahmu."

WHATSAPP

"Sabar dalam marah adalah investasi surga."

WHATSAPP