Kewajiban Mengikuti Sunnah Nabi

Ustadz Beni Sarbeni Lc. M.Pd.
16 April 2026 • 2 VIEWS YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

Mengikuti Sunnah Nabi ﷺ bukanlah sekadar pilihan hobi atau tren bagi seorang Muslim, melainkan sebuah kewajiban syar'i yang menjadi konsekuensi dari syahadat kita. Dalam kajian yang sangat fundamental ini, Ustadz Beni Sarbeni menjelaskan bahwa keselamatan dan hidayah hanya akan didapatkan oleh mereka yang tunduk sepenuhnya pada tuntunan Rasulullah ﷺ.

Sunnah sebagai Wahyu Allah

Beliau menekankan bahwa apa yang disampaikan oleh Nabi ﷺ, baik berupa ucapan, perbuatan, maupun ketetapan, adalah bagian dari wahyu Allah. Rasulullah tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu. Mengikuti Sunnah berarti mengikuti petunjuk Sang Pencipta secara sempurna. Barangsiapa yang memisahkan antara Al-Qur'an dan Sunnah, maka dia telah terjatuh dalam kesesatan yang nyata. Al-Qur'an memerintahkan kita untuk mentaati Rasul secara mutlak dalam urusan agama.

Bahaya Menyelisihi Sunnah

Poin yang sangat tegas disampaikan beliau adalah peringatan bagi mereka yang sengaja meninggalkan Sunnah karena merasa cara lain lebih baik. Menyelisihi perintah Nabi dapat mendatangkan fitnah (kesesatan) dan adzab yang pedih di dunia maupun akhirat. Keberkahan amal akan hilang jika tidak sesuai dengan contoh Nabi. Beliau mengingatkan bahwa cinta kepada Nabi ﷺ tidak dibuktikan dengan nyanyian atau perayaan, melainkan dengan ketundukan dan ketaatan pada syariat yang beliau bawa.

Sunnah di Tengah Perpecahan Umat

Di zaman yang penuh dengan perselisihan paham dan golongan, Sunnah adalah tali penyelamat. Beliau memberikan nasehat agar kita kembali pada pemahaman para sahabat Nabi dalam mengamalkan Sunnah. Jangan tertipu oleh pendapat mayoritas yang menyelisihi dalil yang shahih. Hidup di atas Sunnah memang terasa asing di tengah masyarakat yang sudah jauh dari agama, namun itulah jalan kemuliaan yang dijanjikan oleh Allah.

Menanamkan Rasa Cinta dan Takzim

Sebagai penutup, Ustadz Beni mengajak kita untuk menumbuhkan rasa takzim (hormat) yang tinggi terhadap setiap hadits Nabi ﷺ yang sampai kepada kita. Jangan sekali-kali mendahulukan akal atau perasaan di atas sabda beliau. Jadikan Nabi sebagai teladan tunggal dalam beribadah, berakhlak, dan bermuamalah. Semoga dengan keistiqomahan kita di atas Sunnah, kita mendapatkan syafa'at beliau di hari kiamat kelak.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
"Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah."
— QS. Al-Hasyr: 7 • REFERENCE LINK
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
"Katakanlah: 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu'."
— QS. Ali Imran: 31 • REFERENCE LINK

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnahku di saat umatku sudah rusak, maka baginya pahala satu orang syahid."

WHATSAPP

"Jangan kau tanya 'kenapa' terhadap perintah Nabi, tapi tanyalah 'bagaimana' cara mengamalkannya dengan benar."

WHATSAPP

"Kebenaran adalah apa yang dikatakan Allah dan Rasul-Nya, bukan apa yang dikatakan oleh perasaanmu."

WHATSAPP