Membedah Amalan di Bulan Rajab

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc.
22 April 2026 • 2 VIEWS • Durasi: 43:35 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

membedah-amalan-di-bulan-rajab-abu.mp3

DOWNLOAD

Dalam kajian ini, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc. membahas berbagai amalan yang sering dikaitkan dengan bulan Rajab, serta menguraikan fakta seputar Isra Mi'raj.

Puasa Khusus Bulan Rajab

Mengkhususkan puasa di bulan Rajab tidak memiliki satu pun riwayat sahih dari Nabi ﷺ, para sahabat, maupun ulama kaum muslimin. Syekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan bahwa mengkhususkan puasa Rajab dan Sya'ban tidak ada riwayatnya dari Nabi ﷺ dan para sahabat. Bahkan, Imam Ahmad menganggap pengagungan bulan Rajab untuk puasa khusus sebagai peninggalan masyarakat jahiliah. Karenanya, puasa khusus di bulan Rajab adalah perkara yang terlarang.

Namun, dianjurkan untuk memperbanyak puasa di bulan-bulan haram, termasuk Rajab, jika puasa tersebut merupakan kebiasaan rutin (seperti puasa Senin Kamis, puasa Daud, atau puasa Ayyamul Bid). Niat puasa haruslah karena kebiasaan sunah tersebut, bukan karena kekhususan bulan Rajab.

Umrah di Bulan Rajab

Hukum berumrah di bulan Rajab menjadi masalah khilafiyah di kalangan ulama. Sebagian berpendapat disyariatkan dan diriwayatkan dari Umar bin Khattab serta Aisyah radhiyallahu 'anha. Namun, pendapat yang lebih kuat adalah tidak ada dalil yang mengkhususkan umrah di bulan Rajab. Riwayat dari Umar tidak diketahui sanadnya, dan perbuatan Aisyah atau sahabat lainnya tidak menunjukkan pengkhususan bulan Rajab untuk umrah. Beramal saleh di bulan haram (termasuk umrah) memang sangat dianjurkan, namun tanpa keyakinan bahwa Rajab memiliki keutamaan khusus untuk umrah dibandingkan bulan haram lainnya.

Shalat Raghaib

Shalat Raghaib adalah shalat 12 rakaat yang diklaim dilakukan pada malam Jumat pertama di bulan Rajab. Hadis yang meriwayatkan shalat ini, yang di antaranya menyebutkan “Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulan umatku,” adalah palsu. Imam Ibnu Jauzi dalam kitab Al-Maudhu'at menyatakan bahwa hadis ini adalah buatan. Shalat bid'ah cenderung memberatkan, berbeda dengan amalan sunah yang mudah. Meskipun Imam Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin pernah menganggapnya sunah, pendapat ini dibatalkan karena beliau sendiri mengakui minimnya pengetahuan hadis, dan seluruh ulama hadis sepakat hadis Raghaib palsu.

Imam Nawawi rahimahullah dengan tegas menyatakan bahwa shalat Raghaib adalah bid'ah yang buruk, mungkar, mengandung banyak kemungkaran, dan wajib ditinggalkan serta diingkari orang yang melakukannya. Kesepakatan ulama setelahnya, termasuk Ibnu Jauzi dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, menegaskan bahwa hadis-hadis tentang shalat Raghaib pada malam Jumat pertama di bulan Rajab seluruhnya adalah dusta dan dibuat-buat atas nama Rasulullah ﷺ.

Isra Mi'raj

Isra adalah perjalanan malam hari Nabi Muhammad ﷺ dari Makkah ke Baitul Maqdis. Mi'raj adalah naiknya beliau ke langit, bertemu dengan para nabi di setiap lapisan langit (Adam, Yahya bin Zakaria, Idris, Yusuf, Harun, Musa, dan Ibrahim), hingga ke Sidratul Muntaha. Sidratul Muntaha adalah pohon bidara di langit ketujuh, tempat berhentinya berita dari bumi ke langit dan dari atas ke bawah. Dari sana keluar empat sungai surga yang ada di dunia: Nil, Eufrat, Saihan, dan Jaihan.

Mengenai waktu pasti terjadinya Isra Mi'raj, Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah menyebutkan adanya banyak perselisihan di kalangan ulama. Namun, semua ulama sepakat bahwa Isra Mi'raj terjadi sebelum hijrah. Tidak ada satu pun dalil sahih yang menyebutkan kapan tanggal pasti Isra Mi'raj terjadi. Riwayat yang mengklaim terjadi di bulan Rajab, apalagi pada malam ke-27, adalah dusta menurut para ulama hadis. Rasulullah ﷺ sendiri tidak pernah memberitahukan tanggal pastinya kepada para sahabat, dan para sahabat pun tidak pernah menanyakan untuk merayakannya.

Mengagungkan Isra Mi'raj yang Benar

Tidak ada riwayat dari Rasulullah ﷺ, para sahabat, tabiin, tabiut tabiin, maupun Imam mazhab yang empat yang merayakan malam Isra Mi'raj. Mengkhususkan malam ini dengan ibadah tertentu adalah bid'ah. Cara yang benar untuk mengagungkan Isra Mi'raj adalah dengan:

  1. Menjaga Shalat Lima Waktu: Tujuan utama Isra Mi'raj adalah untuk disyariatkannya shalat lima waktu. Pada awalnya 50 waktu, kemudian diringankan menjadi lima waktu dengan pahala 50 waktu, atas saran Nabi Musa ‘alaihissalam. Menjadikan shalat sebagai beban adalah bentuk kelalaian terhadap nikmat ini.
  2. Meyakini Allah Beristiwa' di Atas Arasy: Perjalanan Nabi Muhammad ﷺ ke langit ketujuh untuk bertemu Allah Azza wa Jalla secara langsung adalah bukti yang jelas dan tegas bahwa Allah beristiwa' di atas Arasy, di atas seluruh langit.

Perbuatan bid'ah merusak kemurnian Islam. Jika setiap orang seenaknya menciptakan ibadah baru, maka sunah Nabi ﷺ akan hilang. Oleh karena itu, kita mengagungkan Isra Mi'raj dengan menjaga shalat lima waktu dan meyakini sifat-sifat Allah yang sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

أَمَّا تَخْصِيصُ رَجَبَ وَشَعْبَانَ جَمِيعًا بِصِيَامٍ فَلَمْ يَرِدْ فِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا عَنْ أَصْحَابِهِ وَلَا عَنْ أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ مَا يُوجِبُ ذَلِكَ
"Adapun mengkhususkan puasa Rajab dan Sya'ban secara bersamaan, maka tidak ada riwayat sedikit pun dari Nabi ﷺ, tidak pula dari para sahabatnya, dan tidak pula dari para imam kaum muslimin yang mewajibkan hal tersebut."
— Syekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah • REFERENCE LINK
صَلَاةُ الرَّغَائِبِ بِدْعَةٌ قَبِيحَةٌ مُنْكَرَةٌ أَشَدُّ الْإِنْكَارِ، مُسْتَمِلَةٌ عَلَى مُنْكَرَاتٍ، فَتَارْكُهَا وَالْإِعْرَاضُ عَنْهَا وَإِنْكَارُهَا عَلَى فَاعِلِهَا
"Shalat Raghaib adalah bid'ah yang buruk, mungkar, sangat mungkar, mengandung banyak kemungkaran. Maka wajib meninggalkannya, berpaling darinya, dan mengingkari orang yang melakukannya."
— Imam Nawawi rahimahullah • REFERENCE LINK
وَكَذَلِكَ حَدِيثُ صَلَاةِ الرَّغَائِبِ لَيْلَةَ أَوَّلِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ كُلُّهَا كَذِبٌ مُخْتَلَقٌ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
"Demikian pula hadis tentang shalat Raghaib pada malam Jumat pertama di bulan Rajab, seluruhnya adalah dusta yang dibuat-buat atas nama Rasulullah ﷺ."
— Ibnu Jauzi dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah • REFERENCE LINK

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Mengkhususkan puasa Rajab tanpa dalil sahih adalah perbuatan yang tidak dicontohkan Nabi dan para sahabat."

WHATSAPP

"Puasa sunah rutin seperti Senin Kamis tetap boleh di Rajab, asal niatnya bukan karena kekhususan bulan ini."

WHATSAPP

"Umrah di bulan Rajab tidak lebih utama dari bulan haram lainnya, karena tidak ada dalil yang mengkhususkannya."

WHATSAPP

"Shalat Raghaib pada malam Jumat pertama Rajab adalah bid'ah yang didasari hadis palsu, wajib ditinggalkan."

WHATSAPP

"Tanggal pasti Isra Mi'raj tidak diketahui dari dalil sahih, klaim malam 27 Rajab adalah dusta."

WHATSAPP

"Tidak ada satu pun generasi terbaik umat ini yang merayakan malam Isra Mi'raj, karena itu bid'ah."

WHATSAPP

"Cara benar mengagungkan Isra Mi'raj adalah dengan menjaga shalat lima waktu yang disyariatkan saat itu."

WHATSAPP

"Isra Mi'raj membuktikan Allah beristiwa' di atas Arasy, di atas seluruh langit, sesuai Al-Qur'an dan sunah."

WHATSAPP

"Bid'ah merusak kemurnian Islam dan perlahan menghilangkan sunah Rasulullah ﷺ dari kehidupan kita."

WHATSAPP

"Jangan mudah terpedaya amalan yang terlihat indah jika tidak ada tuntunannya dari Nabi ﷺ."

WHATSAPP