Syirik Takut Sial Bagian 1 ○
DENGARKAN AUDIO KAJIAN
syirik-takut-sial-bagian-1-sofyan.mp3
Dalam pembahasan kitab Al-Mulakhos Fi Syarhi Kitab at-Tauhid oleh Syaikh Shalih al-Fauzan, kita mengkaji bab tentang takut sial, atau dalam istilah syariat disebut tathoyyur.
Secara bahasa, tathoyyur berasal dari kata thoyr yang berarti burung. Dahulu orang-orang Arab terbiasa menerbangkan burung untuk meramal nasib: jika terbang ke kanan dianggap beruntung, ke kiri dianggap sial, dan jika ke depan atau ke belakang mereka ragu-ragu.
Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah, tathoyyur adalah merasa sial atau merasa beruntung dengan sesuatu yang dapat dilihat, didengarkan, atau diketahui. Contohnya:
- Yang terlihat: Sebagian orang menganggap melihat orang yang memiliki kekurangan tertentu sebagai tanda sial. Ini termasuk perbuatan syirik dan kezaliman.
- Yang terdengar: Suara cecak atau kucing berkelahi yang membuat seseorang membatalkan niat untuk keluar rumah karena merasa sial.
- Yang diketahui (paling banyak terjadi): Menganggap hari-hari, bulan-bulan, waktu-waktu, atau angka-angka tertentu sebagai sial atau beruntung. Misalnya, keyakinan bahwa angka 13 atau 4 membawa sial, sehingga lantai atau nomor rumah tersebut dihindari. Praktik fengshui untuk menentukan arah pintu atau posisi rumah agar mendatangkan rezeki juga termasuk dalam kategori ini.
Semua keyakinan dan perbuatan tathoyyur adalah syirik. Hukumnya bisa syirik kecil jika pelakunya meyakini bahwa hal tersebut hanyalah sebab yang Allah takdirkan, dan Allah-lah yang memberi keberuntungan atau kesialan. Namun, jika ia meyakini hal-hal tersebut berpengaruh dengan sendirinya tanpa takdir Allah, maka hukumnya adalah syirik besar.
Jika dalam praktik tathoyyur ini melibatkan dukun—misalnya untuk mencari tanggal pernikahan yang 'beruntung' atau menghindari tanggal 'sial', atau melakukan ritual sesajen—maka hukumnya otomatis menjadi syirik besar. Kepercayaan kepada dukun ini syirik dari dua sisi:
- Sisi Rububiyah: Menetapkan sesuatu sebagai sebab yang tidak Allah tetapkan sebagai sebab. Hanya Allah yang Maha Mampu menetapkan sebab.
- Sisi Uluhiyah: Hati seseorang bergantung kepada sesuatu yang dianggap sial atau beruntung, padahal bergantungnya hati hanya kepada Allah adalah tawakal, sebuah bentuk ibadah. Jika bergantung kepada selain-Nya, berarti telah mempersembahkan ibadah kepada selain Allah.
Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah menyebutkan beberapa pelajaran dari dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadits terkait tathoyyur:
Pelajaran dari Al-Qur'an:
- Tathoyyur adalah Perbuatan Jahiliyah dan Musyrik: Perbuatan merasa sial tanpa dasar ilmu adalah kebodohan, dan semua kesyirikan adalah kebodohan terbesar. Ini juga termasuk tasyabbuh (menyerupai orang kafir).
- Penetapan Qada dan Qadar serta Kewajiban Mengimaninya: Kesialan yang menimpa sejatinya adalah takdir Allah. Qada adalah realisasi takdir saat ini, dan Qadar adalah ketetapan Allah sebelum penciptaan alam semesta. Mengimani takdir Allah adalah rukun iman keenam.
- Musibah Disebabkan oleh Maksiat dan Dosa: Satu-satunya sebab kesialan di muka bumi ini adalah perbuatan maksiat dan dosa kita. Solusinya adalah bertobat, memperbanyak istighfar, dan memperbanyak amal saleh. Keyakinan sebab sial selain dosa adalah khurafat dan syirik.
- Celaan terhadap Kebodohan Agama: Kebodohan terhadap ilmu agama dapat menjerumuskan seseorang ke dalam kesyirikan dan kekufuran karena ia tidak mengenal tauhid dan pintu-pintu syirik.
- Kewajiban Menerima Nasihat Kebenaran: Nasihat yang berasal dari Al-Qur'an dan Sunnah wajib diterima dan diikuti, dari mana pun asalnya. Menolak kebenaran adalah sifat orang-orang kafir dan iblis.
- Ajaran Rasul Mengandung Kebaikan dan Keberkahan: Tidak ada kebaikan dan keberkahan kecuali dalam ajaran para nabi dan rasul. Menyelisihi ajaran mereka adalah kesesatan dan bisa berujung pada kekufuran. Allah akan meminta pertanggungjawaban atas pengamalan ajaran rasul, bukan warisan budaya atau adat nenek moyang.
Pelajaran dari Hadits:
- Batilnya Keyakinan Takut Sial: Keyakinan takut sial adalah batil, jahiliyah, dan termasuk syirik.
- Batilnya Keyakinan Jahiliyah tentang Penyakit Menular: Penyakit menular hanyalah sebab, penularannya terjadi atas izin Allah. Umat Islam diwajibkan untuk tetap berusaha menghindarinya (misalnya: lari dari penderita kusta), tetapi hati tetap bertawakal kepada Allah. Mengabaikan usaha bukanlah tawakal yang benar.
- Batilnya Merasa Sial dengan Burung Hantu dan Bulan Safar: Keyakinan ini hanyalah khurafat dan termasuk syirik.
- Batilnya Keyakinan Pengaruh Bintang: Menganggap bintang-bintang memiliki pengaruh terhadap peristiwa di bumi adalah syirik.
- Batilnya Keyakinan terhadap Hantu Al-Gha'ilan: Keyakinan bahwa hantu jenis ini dapat menyesatkan manusia adalah batil dan khurafat. Perlindungan hanya datang dari Allah.
- Wajibnya Bertawakal kepada Allah: Ini adalah pelajaran terpenting; segala sesuatu tidak dapat memberi pengaruh kecuali dengan izin Allah. Kita harus berusaha tetapi hati hanya bergantung kepada Allah.
- Waspada Pintu-pintu Syirik: Mengamalkan tauhid dengan sebaik-baiknya berarti mewaspadai dan menjauhi semua pintu syirik. Syirik tidak hanya tidak boleh dilakukan, tetapi juga tidak boleh didekati.
- Batilnya Merasa Sial dengan Warna, Angka, Nama, atau Orang Tertentu: Keyakinan ini adalah batil dan termasuk syirik, baik syirik kecil maupun syirik besar, tergantung pada keyakinan pelakunya.
POINTERS & CONCLUSIONS
- Tathoyyur adalah syirik, baik kecil maupun besar, tergantung keyakinan pelakunya.
- Melibatkan dukun dalam keyakinan sial/beruntung otomatis menjadi syirik besar.
- Satu-satunya sebab kesialan yang hakiki adalah perbuatan maksiat dan dosa.
- Kesyirikan adalah bentuk kebodohan terbesar dan menolak kebenaran adalah sifat orang kafir.
- Kebaikan dan keberkahan hidup hanya ada pada ajaran Rasulullah.
- Wajib berusaha dalam menghadapi takdir (seperti wabah) namun hati tetap bertawakal kepada Allah.
- Merasa sial dengan burung hantu, bulan Safar, atau angka/warna tertentu adalah khurafat dan syirik.
- Waspadai semua pintu syirik; jangan hanya menghindari, tetapi juga jangan mendekatinya.
- Syirik kecil adalah dosa terbesar setelah syirik besar, bahkan lebih ditakuti daripada Dajjal.
- Menghargai keyakinan yang kufur hukumnya adalah kufur.
- Dukun sering menyamar dalam profesi lain seperti tukang urut untuk menipu.
- Setan mengetahui sebagian niat hati melalui jin Qorin; berdzikir adalah solusi terbaik mengusirnya.
DALIL & REFERENCES
KATA BIJAK UNTUK STATUS
"Percaya sial pada angka atau warna tertentu adalah syirik, bukan sekadar mitos biasa."
"Satu-satunya sebab kesialan hakiki adalah dosa dan maksiat kita sendiri."
"Melibatkan dukun dalam urusan rezeki atau jodoh otomatis menjerumuskan ke syirik besar."
"Kesyirikan adalah kebodohan terbesar karena menolak kebenaran dari Allah."
"Kebaikan dan keberkahan hidup hanya ada pada ajaran Rasulullah, bukan pada adat nenek moyang."
"Berusaha menghindari wabah itu wajib, tapi hati tetap bertawakal hanya kepada Allah."
"Merasa sial dengan burung hantu atau bulan Safar adalah khurafat dan termasuk syirik."
"Jangan hanya menjauhi syirik, tapi jangan pula mendekati pintu-pintunya."
"Syirik kecil lebih ditakuti daripada Dajjal karena sering tidak disadari."
"Menghargai keyakinan kufur sama dengan kufur; kebenaran harus ditegakkan."