Mulia atau Terhina

Ustadz Abdullah Zaen M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 41:14 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

mulia-atau-terhina-ustadz-abdullah-zaen.mp3

DOWNLOAD

Kajian ini membahas tentang hakikat kemuliaan dan kehinaan dalam pandangan Islam. Ustadz Abdullah Zaen menjelaskan bahwa kemuliaan sejati bukanlah diukur dari harta, keturunan, atau jabatan, melainkan dari ketakwaan kepada Allah. Beliau mengingatkan bahwa banyak orang yang secara lahiriah tampak mulia, namun di sisi Allah justru terhina karena kesombongan dan maksiat. Sebaliknya, orang yang sederhana dan miskin bisa menjadi mulia jika ia bertakwa. Kajian ini mengajak kita untuk merenungkan kembali standar kemuliaan yang kita anut, dan meluruskan niat dalam setiap amal. Dalil-dalil dari Al-Qur'an dan hadits disampaikan untuk memperkuat argumen, serta nasihat-nasihat praktis untuk kehidupan sehari-hari.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa."
— QS. Al-Hujurat: 13
"Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu seluruhnya."
— QS. Fatir: 10
"Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kehinaan, maka tidak ada seorang pun yang dapat memuliakannya."
— QS. Al-Hajj: 18
"Laki-laki pencuri dan perempuan pencuri, potonglah tangan keduanya sebagai balasan atas apa yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah."
— QS. Al-Maidah: 38
"Setiap jiwa akan merasakan kematian."
— QS. Ali Imran: 185
"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian."
— HR. Muslim
"Barangsiapa yang merendahkan diri karena Allah, maka Allah akan meninggikan derajatnya."
— HR. Muslim
"Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia."
— HR. Muslim
"Orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya."
— HR. Tirmidzi
"Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."
— HR. Muslim

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Kemuliaan sejati bukan pada harta, tapi pada ketakwaan."

WHATSAPP

"Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah."

WHATSAPP

"Dosa kecil yang diremehkan bisa menjadi besar di hadapan Allah."

WHATSAPP

"Tawadhu adalah mahkota orang beriman."

WHATSAPP

"Kesombongan adalah awal dari kehinaan."

WHATSAPP

"Taubat adalah jalan kembali kepada kemuliaan."

WHATSAPP

"Akhlak baik adalah investasi akhirat."

WHATSAPP

"Jangan bangga dengan status dunia, karena itu fana."

WHATSAPP

"Kemuliaan di akhirat adalah tujuan utama."

WHATSAPP

"Hidup ini ujian, jadilah yang mulia di sisi-Nya."

WHATSAPP