Penyesalan Terlambat di Akhirat

Ustadz Najmi Umar Bakkar
22 April 2026 • 1 VIEWS • Durasi: 46:55 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

Manusia akan mengalami berbagai macam penyesalan di akhirat. Penyesalan ini meliputi beberapa fase kehidupan setelah kematian, dan Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjelaskan hal ini agar kita yang masih hidup dapat mengambil pelajaran dan berhati-hati.

1. Penyesalan Setelah Kematian (di Alam Kubur)
Setelah dicabut nyawa oleh malaikat maut, banyak orang yang berharap bisa menunda kematian sebentar saja untuk dapat bersedekah dan beramal saleh. Namun, kesempatan itu tidak akan datang lagi. Alam kubur adalah fase pertama akhirat, di mana roh merasakan nikmat atau siksa kubur. Mayoritas manusia akan mendapatkan siksa kubur dibandingkan nikmat kubur, sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Ibnu Qayyim rahimahullah, karena sedikitnya jumlah mukmin yang bertakwa dibandingkan yang kufur dan munafik.

2. Penyesalan pada Hari Kebangkitan
Setelah tiupan sangkakala kedua, seluruh manusia dibangkitkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar. Saat melihat kondisi ini, orang-orang kafir dan munafik akan berkata, "Alangkah celakanya kami. Kiranya inilah hari pembalasan." Penyesalan ini datang karena mereka tidak mempersiapkan diri di dunia.

3. Penyesalan Saat Amal Dihisab
Di Padang Mahsyar, buku catatan amal akan dibentangkan. Malaikat yang mencatat setiap perbuatan, ucapan, dan tindakan kita selama di dunia akan menjadi saksi. Orang-orang yang banyak melakukan dosa akan merasa ketakutan dan menyesal, seraya berkata, "Wahai celakanya kami, kitab apakah ini?" Bahkan dosa besar maupun kecil akan tercatat. Bagi mereka yang ingkar dan membantah, Allah akan mengunci mulut mereka, dan tangan serta kaki merekalah yang akan berbicara dan memberikan persaksian.

4. Penyesalan karena Sibuk dengan Harta dan Jabatan Duniawi
Orang-orang yang selama hidupnya hanya memikirkan harta, jabatan, kekuasaan, dan kedudukan duniawi tanpa memedulikan agama, akan menerima buku catatan amal dari tangan kirinya. Mereka akan menyesal, berkata, "Alangkah baiknya jika kitabku ini tidak diberikan kepadaku. Hartaku tidak berguna sama sekali. Telah hilang dariku kekuasaanku."

5. Penyesalan Setelah Berada di Neraka
Penghuni neraka akan menyesal dan berkata, "Seandainya dulu kami mendengarkan dan memikirkan peringatan itu, tentu kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala." Ini adalah penyesalan bagi orang-orang yang menolak kebenaran dan peringatan di dunia, terutama orang-orang munafik yang akan berada di tingkatan neraka yang paling bawah karena kemunafikan mereka yang parah.

6. Penyesalan Orang Kafir
Orang kafir akan menyesal berat dan berharap, "Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah saja." Mereka ingin menjadi tanah seperti hewan yang setelah dihisab akan menjadi tanah, agar tidak merasakan azab yang pedih di akhirat.

7. Penyesalan Ahlul Bid'ah
Orang-orang yang beragama tidak sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Sunah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, melainkan mengikuti hawa nafsu dan logika, akan menyesal. Mereka akan menggigit jari sebagai tanda penyesalan dan berkata, "Wahai sekiranya dulu aku mengambil jalan bersama Rasul." Amal yang tidak ada tuntunannya akan tertolak, meskipun dilakukan dengan ikhlas.

8. Penyesalan Salah Memilih Teman
Seseorang sangat tergantung kepada agama temannya. Di akhirat, banyak yang akan menyesal karena salah memilih teman akrab. Mereka akan berkata, "Wahai celakalah aku sekiranya aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari Al-Qur'an." Teman yang buruk dapat menjauhkan dari agama dan menyeret pada kesesatan.

9. Penyesalan Mengikuti Pemimpin yang Durhaka dan Menyesatkan
Wajah-wajah mereka akan dibolak-balikkan dalam neraka, dan mereka akan menyesal, berkata, "Wahai sekiranya dahulu coba dulu kami taat kepada Allah dan taat juga kepada Rasul." Mereka menyalahkan para pemimpin dan pembesar yang menyesatkan mereka dari jalan yang benar. Tidak semua pemimpin boleh diikuti, melainkan hanya yang sesuai dengan syariat Allah.

10. Penyesalan Tidak Beramal Saleh
Orang-orang yang enggan melakukan amal saleh selama di dunia, atau beramal dengan riya, juga akan menyesal. Mereka ini termasuk muslim yang lalai. Di akhirat, saat melihat dahsyatnya kondisi, mereka akan menundukkan kepala di hadapan Allah dan berkata, "Wahai Tuhan kami, kami telah melihat, kami telah mendengar, maka kembalikanlah kami ke alam dunia." Mereka ingin beramal saleh, namun kesempatan itu telah tiada.

Kesepuluh penyesalan ini adalah peringatan dari Allah agar kita memanfaatkan kesempatan hidup di dunia untuk beriman, bertakwa, dan beramal saleh sesuai tuntunan. Jangan sampai penyesalan datang terlambat, karena tidak ada lagi kesempatan untuk kembali.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

وَأَنفِقُوا۟ مِن مَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), 'Ya Tuhanku, sekiranya Engkau menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, niscaya aku akan bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.'"
— QS. Al-Munafiqun: 10 • REFERENCE LINK
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ. لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
"Hingga apabila datang kematian kepada salah seorang dari mereka, dia berkata, 'Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.' Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh (dinding) sampai hari mereka dibangkitkan."
— QS. Al-Mukminun: 99-100 • REFERENCE LINK
فَإِنَّمَا هِىَ زَجْرَةٌ وَٰحِدَةٌ. فَإِذَا هُمْ يَنظُرُونَ. وَقَالُوا۟ يَٰوَيْلَنَا هَٰذَا يَوْمُ ٱلدِّينِ
"Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanyalah dengan satu teriakan saja. Maka seketika itu mereka melihat. Dan mereka berkata, 'Alangkah celakanya kami! Inilah hari pembalasan.'"
— QS. As-Saffat: 19-20 • REFERENCE LINK
وَوُضِعَ ٱلْكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلْكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحْصَىٰهَا ۚ وَوَجَدُوا۟ مَا عَمِلُوا۟ حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
"Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa ketakutan terhadap apa (yang tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,” dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan tersurat. Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun."
— QS. Al-Kahfi: 49 • REFERENCE LINK
ٱلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰٓ أَفْوَٰهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan."
— QS. Yasin: 65 • REFERENCE LINK
وَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ بِشِمَالِهِۦ فَيَقُولُ يَٰلَيْتَنِى لَمْ أُوتَ كِتَٰبِيَهْ. وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ. يَٰلَيْتَهَا كَانَتِ ٱلْقَاضِيَةَ. مَآ أَغْنَىٰ عَنِّى مَالِيَهْ ۜ . هَلَكَ عَنِّى سُلْطَٰنِيَهْ
"Dan adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata, 'Wahai kiranya kitabku ini tidak diberikan kepadaku. Dan aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyudahi segala sesuatu. Hartaku tidak berguna bagiku. Telah hilang kekuasaanku dariku.'"
— QS. Al-Haqqah: 25-29 • REFERENCE LINK
وَقَالُوا۟ لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِىٓ أَصْحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ. فَٱعْتَرَفُوا۟ بِذَنۢبِهِمْ فَسُحْقًا لِّأَصْحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ
"Dan mereka berkata, 'Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.' Lalu mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala."
— QS. Al-Mulk: 10-11 • REFERENCE LINK
إِنَّآ أَنذَرْنَٰكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنظُرُ ٱلْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ ٱلْكَافِرُ يَٰلَيْتَنِى كُنتُ تُرَٰبًا
"Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, 'Alangkah baiknya kiranya aku dahulu adalah tanah.'"
— QS. An-Naba: 40 • REFERENCE LINK
وَيَوْمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَٰلَيْتَنِى ٱتَّخَذْتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلًا
"Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit kedua tangannya, seraya berkata, 'Wahai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.'"
— QS. Al-Furqan: 27 • REFERENCE LINK
يَٰوَيْلَتَىٰ لَيْتَنِى لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا. لَّقَدْ أَضَلَّنِى عَنِ ٱلذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَآءَنِى ۗ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِلْإِنسَٰنِ خَذُولًا
"Wahai celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku. Sungguh dia telah menyesatkanku dari Al-Qur'an ketika (Al-Qur'an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia."
— QS. Al-Furqan: 28-29 • REFERENCE LINK
يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِى ٱلنَّارِ يَقُولُونَ يَٰلَيْتَنَآ أَطَعْنَا ٱللَّهَ وَأَطَعْنَا ٱلرَّسُولَا۠. وَقَالُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّآ أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَآءَنَا فَأَضَلُّونَا ٱلسَّبِيلَا۠
"Pada hari ketika wajah mereka dibolak-balikkan di dalam neraka, mereka berkata, 'Wahai kiranya kami dahulu menaati Allah dan menaati Rasul.' Dan mereka berkata, 'Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).'"
— QS. Al-Ahzab: 66-67 • REFERENCE LINK
وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلْمُجْرِمُونَ نَاكِسُوا۟ رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَآ أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَٱرْجِعْنَا نَعْمَلْ صَٰلِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ
"Dan (alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (sambil berkata), 'Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.'"
— QS. As-Sajadah: 12 • REFERENCE LINK

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Jangan menunggu kematian datang untuk menyesali kelalaianmu, beramallah selagi ada waktu."

WHATSAPP

"Setiap langkahmu di dunia ini adalah catatan yang akan kau baca sendiri di hadapan Allah."

WHATSAPP

"Harta dan kekuasaan duniawi tidak akan menyelamatkanmu dari azab Allah di akhirat."

WHATSAPP

"Dengarkanlah peringatan kebenaran sebelum penyesalan membakar dirimu di neraka."

WHATSAPP

"Berharap menjadi tanah saat azab tiba adalah penyesalan terdalam bagi orang-orang kafir."

WHATSAPP

"Ikutilah tuntunan Rasulullah, karena amalan yang tidak sesuai sunah akan tertolak."

WHATSAPP

"Pilihlah teman yang mendekatkanmu kepada Allah, bukan yang menjauhkanmu dari-Nya."

WHATSAPP

"Jangan taati pemimpin yang durhaka, karena ketaatan kepada mereka berujung pada penyesalan abadi."

WHATSAPP

"Manfaatkanlah waktu untuk beramal saleh, sebelum kesempatan itu direnggut darimu selamanya."

WHATSAPP

"Seorang mukmin sejati selalu dalam ketakutan dan kesedihan, tidak pernah merasa aman dari dosa dan meragukan penerimaan"

WHATSAPP