Perdukunan dan Peramalan

Ustadz Sofyan Chalid Bin Idham Ruray Lc.
22 April 2026 • 1 VIEWS • Durasi: 43:09 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

Tawakal adalah salah satu bentuk ibadah yang agung. Berdasarkan dalil Al-Qur'an, tawakal kepada selain Allah adalah perbuatan syirik. Allah memerintahkan kita untuk hanya bertawakal kepada-Nya, karena itu adalah syarat keimanan yang benar dan Allah menjanjikan pertolongan bagi siapa saja yang bertawakal kepada-Nya.

Imam Ibnu Rajab menjelaskan bahwa hakikat tawakal adalah kejujuran hati dalam bergantung kepada Allah untuk meraih maslahat atau menolak mudarat, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Ini berarti memasrahkan segala urusan kita kepada Allah, dengan keyakinan penuh bahwa tidak ada yang dapat memberi, menahan, menimpakan bahaya, atau memberi manfaat kecuali Allah.

Tawakal merupakan puncak pengamalan tauhid dalam hati. Rasulullah ﷺ mengabarkan tentang 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab, dan di antara sifat mereka adalah kuatnya tawakal kepada Allah. Mereka tidak meminta ruqyah untuk diri sendiri, tidak berobat dengan besi panas (alkay), tidak tathayyur (merasa sial), dan selalu bertawakal kepada Rabb mereka.

Tawakal juga menjadi sebab utama kelapangan rezeki. Sebagaimana dalam hadits, jika kita bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, Allah akan memberi rezeki seperti burung yang pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang. Ini menunjukkan bahwa tawakal tidak menafikan usaha. Berusaha adalah perintah syariat, namun hati kita harus tetap bergantung hanya kepada Allah, bukan kepada usaha atau sebab yang kita lakukan. Orang yang hanya bergantung pada usahanya terjerumus dalam syirik, dan orang yang hanya tawakal tanpa usaha berarti mencela syariat.

Tawakal kepada selain Allah dapat terbagi menjadi syirik besar atau syirik kecil.

Barang siapa yang bergantung kepada sesuatu selain Allah, maka Allah akan menyerahkan sepenuhnya kepada apa yang dia bergantung. Artinya, Allah tidak akan menolongnya, dan ia pasti akan gagal sebagai bentuk hukuman dari Allah.

Diperbolehkan untuk memuji keahlian dokter atau keampuhan obat, selama keyakinan hati tetap pada Allah sebagai penyembuh utama dan pujian itu sesuai fakta. Namun, jika ucapan seperti 'kalau bukan karena dokter itu saya tidak sembuh' diucapkan dengan keyakinan bahwa kesembuhan mutlak dari dokter, maka itu termasuk syirik kecil dalam ucapan.

Minta ruqyah untuk orang lain diperbolehkan, namun meminta ruqyah untuk diri sendiri sebaiknya dihindari karena kuatnya tawakal. Ruqyah hakikatnya adalah doa, bukan keahlian khusus peruqyah. Setiap muslim bisa meruqyah dirinya sendiri atau keluarganya dengan membaca Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, dengan hati yang khusyuk dan bergantung penuh kepada Allah. Pengaruh ruqyah datang dari Allah, bukan dari kesaktian peruqyah, dan kita harus waspada terhadap tipuan setan yang dapat menjerumuskan pada sifat ujub atau menganggap orang lain sakti.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
"Dan hanya kepada Allah hendaklah kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman."
— QS. Al-Maidah: 23 • REFERENCE LINK
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
"Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu."
— QS. At-Talaq: 3 • REFERENCE LINK
هم الذين لا يسترقون، ولا يكتوون، ولا يتطيرون، وعلى ربهم يتوكلون
"Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta ruqyah (untuk diri sendiri), tidak melakukan pengobatan dengan besi panas, tidak tathayyur (merasa sial), dan hanya kepada Rabb mereka sajalah mereka bertawakal."
— HR. Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma • REFERENCE LINK
لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا
"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada burung; ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang."
— HR. Tirmidzi, dari Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu • REFERENCE LINK
تَدَاوَوْا عِبَادَ اللَّهِ، فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلا وَضَعَ لَهُ شِفَاءً إِلا دَاءً وَاحِدًا الْهَرَمُ
"Berobatlah wahai hamba-hamba Allah, karena sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla tidaklah menciptakan suatu penyakit melainkan Dia menciptakan pula obatnya, kecuali satu penyakit yaitu ketuaan."
— HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah • REFERENCE LINK
فرَّ مِنَ المَجْذُومِ فِرَارَكَ مِنَ الأسَدِ
"Larilah dari orang yang berpenyakit kusta sebagaimana engkau lari dari singa."
— HR. Bukhari • REFERENCE LINK
لاَ يُورِدُ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ
"Janganlah pemilik unta yang sakit mencampurkan untanya dengan unta yang sehat."
— HR. Bukhari dan Muslim • REFERENCE LINK
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan."
— QS. Al-Baqarah: 195 • REFERENCE LINK
الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
"Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui."
— QS. Al-Baqarah: 22 • REFERENCE LINK
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
"Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan mereka?" Niscaya mereka menjawab: "Allah", maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?"
— QS. Az-Zukhruf: 87 • REFERENCE LINK
أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُونٍ
"Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?"
— QS. As-Saffat: 36 • REFERENCE LINK

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Bersandarlah hanya kepada Allah, karena Dialah satu-satunya penolong sejati."

WHATSAPP

"Kejujuran hati dalam bergantung kepada Allah adalah hakikat tawakal yang sempurna."

WHATSAPP

"Tawakal yang benar adalah puncak keimanan, membawa ketenangan jiwa dan kemudahan rezeki."

WHATSAPP

"Jangan biarkan hatimu bergantung pada makhluk, karena itu adalah akar kesyirikan."

WHATSAPP

"Berusahalah sekuat tenaga, namun serahkan hasilnya sepenuhnya kepada Allah."

WHATSAPP

"Kegagalan adalah cerminan saat hati terlalu bergantung pada selain Allah."

WHATSAPP

"Keyakinan pada kekuatan selain Allah dalam hal ghaib adalah jalan menuju syirik besar."

WHATSAPP

"Setiap doa yang tulus, dengan hati yang hadir, adalah ruqyah terbaik bagi dirimu dan keluargamu."

WHATSAPP

"Waspadai jebakan setan yang membisikkan ujub atau mengagungkan kekuatan manusia."

WHATSAPP

"Kemudahan rezeki datang bukan dari banyak usahamu, tapi dari kuatnya tawakalmu pada Allah."

WHATSAPP