Perdukunan dan Peramalan ○
Tawakal adalah salah satu bentuk ibadah yang agung. Berdasarkan dalil Al-Qur'an, tawakal kepada selain Allah adalah perbuatan syirik. Allah memerintahkan kita untuk hanya bertawakal kepada-Nya, karena itu adalah syarat keimanan yang benar dan Allah menjanjikan pertolongan bagi siapa saja yang bertawakal kepada-Nya.
Imam Ibnu Rajab menjelaskan bahwa hakikat tawakal adalah kejujuran hati dalam bergantung kepada Allah untuk meraih maslahat atau menolak mudarat, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Ini berarti memasrahkan segala urusan kita kepada Allah, dengan keyakinan penuh bahwa tidak ada yang dapat memberi, menahan, menimpakan bahaya, atau memberi manfaat kecuali Allah.
Tawakal merupakan puncak pengamalan tauhid dalam hati. Rasulullah ﷺ mengabarkan tentang 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab, dan di antara sifat mereka adalah kuatnya tawakal kepada Allah. Mereka tidak meminta ruqyah untuk diri sendiri, tidak berobat dengan besi panas (alkay), tidak tathayyur (merasa sial), dan selalu bertawakal kepada Rabb mereka.
Tawakal juga menjadi sebab utama kelapangan rezeki. Sebagaimana dalam hadits, jika kita bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, Allah akan memberi rezeki seperti burung yang pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang. Ini menunjukkan bahwa tawakal tidak menafikan usaha. Berusaha adalah perintah syariat, namun hati kita harus tetap bergantung hanya kepada Allah, bukan kepada usaha atau sebab yang kita lakukan. Orang yang hanya bergantung pada usahanya terjerumus dalam syirik, dan orang yang hanya tawakal tanpa usaha berarti mencela syariat.
Tawakal kepada selain Allah dapat terbagi menjadi syirik besar atau syirik kecil.
- Syirik Besar terjadi dalam tiga bentuk:
- Seseorang bergantung dan memasrahkan urusan hidupnya kepada selain Allah, disertai pengagungan dan ketundukan mutlak kepada makhluk tersebut (baik nabi, wali, malaikat, setan, berhala, atau penguasa tertentu).
- Seseorang bergantung dan memasrahkan urusannya kepada selain Allah dengan keyakinan bahwa makhluk tersebut memiliki kuasa mutlak, mampu memberi manfaat atau mencegah mudarat seperti Allah. Contohnya meyakini ada penguasa di pantai atau gunung yang dapat memberi segala manfaat atau menghilangkan mudarat.
- Seseorang bergantung kepada selain Allah dalam urusan-urusan yang hanya mampu dilakukan oleh Allah, seperti menurunkan hujan, menganugerahkan anak, atau melindungi dari sihir dan gangguan setan.
- Syirik Kecil terjadi ketika seseorang bergantung kepada sebab-sebab yang jelas (zhahir), seperti dokter atau obat, namun hatinya terlalu bergantung pada sebab tersebut padahal ia tahu bahwa Allah-lah yang menyembuhkan. Contoh lain adalah seorang pegawai yang terlalu bergantung pada bosnya atau kepintarannya, padahal ia meyakini rezeki datang dari Allah.
Barang siapa yang bergantung kepada sesuatu selain Allah, maka Allah akan menyerahkan sepenuhnya kepada apa yang dia bergantung. Artinya, Allah tidak akan menolongnya, dan ia pasti akan gagal sebagai bentuk hukuman dari Allah.
Diperbolehkan untuk memuji keahlian dokter atau keampuhan obat, selama keyakinan hati tetap pada Allah sebagai penyembuh utama dan pujian itu sesuai fakta. Namun, jika ucapan seperti 'kalau bukan karena dokter itu saya tidak sembuh' diucapkan dengan keyakinan bahwa kesembuhan mutlak dari dokter, maka itu termasuk syirik kecil dalam ucapan.
Minta ruqyah untuk orang lain diperbolehkan, namun meminta ruqyah untuk diri sendiri sebaiknya dihindari karena kuatnya tawakal. Ruqyah hakikatnya adalah doa, bukan keahlian khusus peruqyah. Setiap muslim bisa meruqyah dirinya sendiri atau keluarganya dengan membaca Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, dengan hati yang khusyuk dan bergantung penuh kepada Allah. Pengaruh ruqyah datang dari Allah, bukan dari kesaktian peruqyah, dan kita harus waspada terhadap tipuan setan yang dapat menjerumuskan pada sifat ujub atau menganggap orang lain sakti.
POINTERS & CONCLUSIONS
- Tawakal adalah ibadah agung dan puncak pengamalan tauhid.
- Bertawakal kepada selain Allah adalah syirik, bisa syirik besar atau syirik kecil.
- Syirik besar dalam tawakal mencakup bergantung pada makhluk seperti bergantung kepada Allah, meyakini makhluk punya kuasa ilahi, atau bergantung pada makhluk untuk hal yang hanya Allah mampu.
- Syirik kecil dalam tawakal adalah bergantung berlebihan pada sebab (misalnya dokter atau obat) sementara masih meyakini Allah sebagai penentu.
- Tawakal tidak meniadakan usaha; usaha adalah bagian dari syariat, namun hati harus tetap bergantung pada Allah semata.
- Orang yang bertawakal kepada selain Allah akan dibiarkan dan tidak ditolong oleh Allah.
- Setiap muslim dapat meruqyah dirinya sendiri atau orang lain dengan Al-Qur'an dan doa, dengan keyakinan penuh kepada Allah.
- Ruqyah adalah doa, bukan keahlian khusus seseorang; hati yang khusyuk dan bergantung kepada Allah adalah kunci pengaruh ruqyah.
DALIL & REFERENCES
KATA BIJAK UNTUK STATUS
"Bersandarlah hanya kepada Allah, karena Dialah satu-satunya penolong sejati."
"Kejujuran hati dalam bergantung kepada Allah adalah hakikat tawakal yang sempurna."
"Tawakal yang benar adalah puncak keimanan, membawa ketenangan jiwa dan kemudahan rezeki."
"Jangan biarkan hatimu bergantung pada makhluk, karena itu adalah akar kesyirikan."
"Berusahalah sekuat tenaga, namun serahkan hasilnya sepenuhnya kepada Allah."
"Kegagalan adalah cerminan saat hati terlalu bergantung pada selain Allah."
"Keyakinan pada kekuatan selain Allah dalam hal ghaib adalah jalan menuju syirik besar."
"Setiap doa yang tulus, dengan hati yang hadir, adalah ruqyah terbaik bagi dirimu dan keluargamu."
"Waspadai jebakan setan yang membisikkan ujub atau mengagungkan kekuatan manusia."
"Kemudahan rezeki datang bukan dari banyak usahamu, tapi dari kuatnya tawakalmu pada Allah."