Serba Serbi Mengqashar Shalat

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 48:11 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

serba-serbi-mengqashar-shalat-ustadz-abu-yahya-badrusalam.mp3

DOWNLOAD

Kajian ini membahas secara mendalam tentang hukum dan tata cara mengqashar shalat dalam perjalanan. Ustadz Abu Yahya Badrusalam menjelaskan bahwa qashar adalah keringanan (rukhshah) dari Allah bagi musafir, bukan kewajiban mutlak. Beliau menekankan pentingnya memahami syarat-syarat sah qashar, seperti jarak perjalanan minimal 80 km (16 farsakh) dan niat safar yang jelas. Selain itu, dibahas pula perbedaan pendapat ulama mengenai durasi safar, apakah boleh qashar selama 3 hari atau lebih. Kajian ini juga mengupas tata cara praktis, seperti niat qashar saat takbiratul ihram dan tidak boleh diimami oleh makmum yang tidak safar. Dalil utama yang digunakan adalah QS. An-Nisa ayat 101 yang memberikan izin qashar saat safar. Ustadz juga mengingatkan agar tidak meremehkan keringanan ini, karena Allah suka jika hamba-Nya mengambil rukhsah-Nya. Implikasi praktisnya, musafir harus memahami batasan safar dan tidak berlebihan dalam menggunakan keringanan. Kajian ditutup dengan nasihat untuk selalu berpegang pada sunnah dan menjauhi sikap ekstrem dalam beribadah.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah berdosa kamu mengqashar shalat, jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu."
— QS. An-Nisa: 101
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengqashar shalat dalam perjalanan selama 19 hari, yaitu ketika beliau di Tabuk."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Safar adalah bagian dari perjalanan yang melelahkan, maka Allah memberikan keringanan bagi musafir untuk mengqashar shalat."
— Hadits riwayat Ahmad
"Allah senang jika hamba-Nya mengambil rukhsah (keringanan) yang Dia berikan, sebagaimana Dia benci jika hamba-Nya melakukan dosa."
— Hadits Qudsi riwayat Ahmad
"Jarak safar yang membolehkan qashar adalah 16 farsakh (sekitar 80 km)."
— Pendapat jumhur ulama berdasarkan hadits Ibnu Abbas
"Niat safar harus sudah ada sejak keluar rumah, dan niat qashar dilakukan saat takbiratul ihram."
— Fatwa ulama berdasarkan praktik Rasulullah
"Makmum yang tidak safar tidak boleh menjadi imam bagi orang yang safar dalam shalat qashar."
— Pendapat ulama berdasarkan kaidah fiqih
"Jika seorang musafir berniat menetap lebih dari 3 hari, ia tidak boleh mengqashar shalat."
— Pendapat sebagian ulama (mazhab Syafi'i)
"Shalat qashar hanya berlaku untuk shalat dzuhur, ashar, dan isya, bukan subuh atau maghrib."
— Ijma' ulama
"Safar untuk maksiat tidak mendapatkan keringanan qashar."
— Fatwa ulama berdasarkan kaidah ushul fiqih

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Jangan pernah meremehkan keringanan dari Allah, karena itu adalah rahmat-Nya."

WHATSAPP

"Safar yang baik adalah safar yang diniatkan untuk kebaikan dan ketaatan."

WHATSAPP

"Niat yang tulus adalah kunci diterimanya ibadah di tengah perjalanan."

WHATSAPP

"Jangan biarkan rasa malah menghalangi Anda mengambil rukhsah Allah."

WHATSAPP

"Kekhusyukan shalat lebih utama daripada formalitas lafaz niat."

WHATSAPP

"Setiap langkah safar bisa menjadi ibadah jika diniatkan karena Allah."

WHATSAPP

"Jangan ekstrem dalam beragama, ambillah kemudahan yang Allah berikan."

WHATSAPP

"Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah."

WHATSAPP

"Safarlah dengan ilmu, agar ibadah Anda tidak sia-sia."

WHATSAPP

"Allah Maha Tahu kondisi hamba-Nya, maka jangan ragu memohon kemudahan."

WHATSAPP