Siapkan Akhiratmu dengan Hartamu

Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi M.A.
02 May 2026 • 1 VIEWS • Durasi: 1:15:58 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

siapkan-akhiratmu-dengan-hartamu-dr.mp3

DOWNLOAD

Allah azza wa jalla adalah Zat Yang Maha Mulia, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang. Pintu surga yang menjadi tujuan utama manusia untuk kehidupan kekal abadi setelah wafat, tidak hanya dapat digapai dengan satu pintu amalan, tidak pula hanya dengan harta saja.

Sebagaimana kisah yang disampaikan oleh Al-Imam Malik bin Anas rahimahullahu ta'ala, Imamul Mazhab, Imamul Jalil, Imamud Daril Hijrah. Ketika ada seorang ahli ibadah di masanya mengatakan bahwa seharusnya seorang mukmin banyak melakukan salat sepanjang malam dan puasa sepanjang hari. Imam Malik tidak menyangkal pernyataan tersebut, namun beliau memberikan penjelasan yang lebih luas. Beliau mengatakan bahwa Allah membagi amalan-amalan saleh kita yang dengan itu seseorang menggapai akhiratnya, sama seperti Allah membagi rezeki kepada manusia.

Ada orang yang dibukakan rezekinya pada perniagaan, namun tidak pada pertanian. Ada pula yang dibukakan rezekinya pada pertanian, namun tidak pada jasa profesional. Demikian pula dalam amalan, ada yang dibukakan rezekinya pada zakat, namun tidak pada puasa. Imam Malik berharap bahwa amalan yang beliau tekuni, yaitu sibuk mengajarkan ilmunya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, tidak lebih rendah dari amalan salat dan puasa. Beliau berharap bahwa masing-masing dari kita berada pada jalan yang benar untuk menuju surga Allah jalla fi'lih.

Oleh karena itu, tidak selamanya surga Allah Anda raih dengan harta, salat wajib maupun sunat, atau berpuasa di siang hari. Kita tidak pernah tahu amalan mana yang menyebabkan kita masuk ke dalam surga Allah jalla fi'lih.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengajarkan kepada para sahabatnya. Ketika berkumpul dengan sahabat, beliau bertanya, “Siapa di antara kalian yang di pagi hari ini berpuasa?” Abu Bakar menunjuk tangan. “Siapa di antara kalian di pagi hari ini bersedekah?” Abu Bakar tunjuk tangan. “Siapa di antara kalian pagi hari ini menjenguk orang sakit?” Abu Bakar menunjuk tangan. “Siapa di antara kalian pagi hari ini mengikuti jenazah (tasyii'ul janaiz)?” Abu Bakar menunjuk tangan. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan, “Tidaklah terkumpul amalan ini pada seseorang melainkan dia akan dijamin masuk surga.”

Ketika Nabi menyatakan bahwa surga memiliki pintu-pintu amalan (ada yang dipanggil dari pintu puasa, pintu sedekah, pintu mengajarkan ilmu), Abu Bakar menanyakan, “Ya Rasulullah, apakah ada umatmu yang dipanggil dari seluruh pintu?” Rasulullah menjawab, “Saya berharap orang itu adalah kamu wahai Abu Bakar.”

Kita tahu sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar, berada di paling depan dalam kondisi apapun, bahkan saat-saat genting setelah Rasulullah hijrah. Beliau menemani Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berhijrah, yang bagi beliau adalah suatu kebahagiaan. Padahal menemani Rasulullah hijrah berarti menjadi target para pemuda Quraisy untuk dibunuh, karena imbalan bagi kepala Rasulullah adalah 100 ekor unta. Orang yang bersama Rasulullah tentu akan menjadi target yang sama.

Namun Aisyah mengisahkan, ketika Abu Bakar mengetahui bahwa Rasulullah akan hijrah ke Yatsrib, Abu Bakar mengatakan, “Apakah aku bisa menjadi teman hijrahmu, ya Rasulullah?” Lalu Rasulullah diam, kemudian menyetujuinya.

Tanya Jawab: Hukum Dana Pensiun, Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jamsostek

Dana pensiun dan Jaminan Hari Tua (JHT) diambil dari potongan gaji karyawan (sekitar 7%) dan subsidi tempat perusahaan bekerja (sekitar 4%). Dana ini ditempatkan dan didepositokan di bank milik negara atas perintah undang-undang, dan nantinya akan ditambahkan dana pengembangan, yaitu riba. Maka dalam hal ini, dua komponen yaitu yang dipotong dari gaji karyawan dan subsidi perusahaan adalah **halal**, karena itu adalah milik Anda. Akan tetapi, pengembangannya (bunga deposito) adalah **haram (riba)**.

Perlakuannya ketika dana diterima, baik sekaligus atau per bulan, adalah sebagai berikut: dua komponen pertama (dari gaji dan subsidi) hukumnya halal. Hanya pengembangannya yang haram. Jika kondisi Anda saat itu adalah orang yang tidak mampu (fakir miskin), maka uang riba ini halal bagi Anda. Namun, bila dana diterima berlebih atau Anda memiliki harta yang lain, maka dana pengembangan tadi adalah riba yang harus Anda keluarkan untuk fakir miskin yang lain.

Tanya Jawab: Kisah Abu Dahdah dan Harta

Seorang penanya teringat kisah Abu Dahdah yang memberikan hartanya untuk surga, dan merasakan kondisi bapaknya yang memiliki uang 10 juta mirip dengan kisah tersebut. (Kisah ini tidak dijelaskan lebih lanjut dalam digest, hanya disebutkan pemicu pertanyaan).

Tanya Jawab: Sahabat yang Jujur di Perang Tabuk

Pertanyaan ini diajukan kepada audiens: Siapa sahabat Nabi yang jujur, tidak ikut berperang di Perang Tabuk, dan ketika ditanya tidak menjawab dengan alasan lain, melainkan jujur apa adanya? (Pertanyaan ini tidak dijawab dalam digest, kemungkinan sebagai pemicu interaksi).

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
"Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu adalah) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung."
— QS. At-Taubah: 111 • REFERENCE LINK

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Harta bukan satu-satunya kunci surga, amal shalih yang tulus adalah jalan utamanya."

WHATSAPP

"Setiap pintu kebaikan terbuka lebar, temukan amal yang paling Allah cintai darimu."

WHATSAPP

"Mengajarkan ilmu adalah sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir tak terputus."

WHATSAPP

"Berhati-hatilah dengan harta, pastikan setiap pendapatanmu berkah dan halal."

WHATSAPP

"Jangan pernah meremehkan amalan kecil, bisa jadi itu tiketmu menuju surga."

WHATSAPP

"Hidup adalah ladang beramal, tanam kebaikan sebanyak-banyaknya untuk panen di akhirat."

WHATSAPP

"Keberkahan rezeki bukan pada jumlahnya, tapi pada bagaimana kita memanfaatkannya di jalan Allah."

WHATSAPP

"Uang riba itu kotor, sucikan hartamu dengan menafkahkannya kepada yang membutuhkan."

WHATSAPP

"Tuluskan niat dalam setiap ibadah, karena Allah melihat hati, bukan sekadar raga."

WHATSAPP

"Manfaatkan kesempatan selagi ada, karena waktu takkan pernah kembali."

WHATSAPP