Sudahkah Kita Bersabar dan Bersyukur dengan Benar
Rukun syukur ada tiga. Yang pertama adalah syukur dengan hati. Maknanya adalah menanamkan perasaan dalam hati kita bahwa semua nikmat datang dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kita wajib meyakini dan mengakui bahwa semua nikmat datang dari Allah. Dalam surah An-Nahl ayat 53, Allah berfirman bahwa tidak ada nikmat yang kalian miliki kecuali semuanya dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Pengakuan bahwa semua nikmat datang dari Allah ini hukumnya wajib. Orang yang tidak menetapkan nikmat dari Allah, maka dia kufur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Yang kedua adalah syukur dengan lisan. Ini secara lisan sebagai bentuk ungkapan pengakuan kita dalam hati, maka lisan akan mengatakan sanjungan dan pujian kepada Allah. Oleh karenanya, dalam surah Ad-Dhuha, Allah berfirman: "Wa ammā bi ni‘mati rabbika fa ḥaddis" (Adapun terhadap nikmat Tuhanmu, maka beritakanlah/ungkapkanlah). Ketika seorang merasakan ada nikmat dalam hati, langsung lisan kita mengucapkan "Alhamdulillah". Jangan diam. Bersyukur dengan lisan adalah zikir yang paling tinggi derajatnya, yaitu zikir hati diikuti oleh lisan, hati merasakan adanya nikmat.
Yang ketiga adalah syukur dengan anggota badan (asy-syukru bil jawarih). Ini jelas, yaitu dengan cara kita menggunakan nikmat-nikmat ini dengan ibadah. Kalau kita punya badan sehat, gunakan untuk rukuk dan sujud kepada Allah. Kita punya harta, gunakan di jalan Allah. Dalilnya adalah surah Saba ayat 13, Allah perintahkan Nabi Daud: "i‘malū āl Dāwūda shukrā" (beramallah wahai keluarga Daud sebagai bentuk syukur). Dan dalilnya juga Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam kalau salat malam sampai kakinya bengkak, itu adalah bentuk syukur. Jadi, syukur dengan taat, misalnya kita jalan kaki ke masjid sebagai bentuk syukur kepada Allah atas kaki yang sehat.
POINTERS & CONCLUSIONS
- Ada tiga rukun syukur: dengan hati, dengan lisan, dan dengan anggota badan.
- Meyakini bahwa semua nikmat berasal dari Allah adalah kewajiban, dan tidak mengakuinya adalah kekufuran.
- Bersyukur dengan lisan diwujudkan dengan memuji Allah (misalnya mengucapkan 'Alhamdulillah').
- Bersyukur dengan anggota badan adalah menggunakan nikmat (seperti kesehatan atau harta) untuk beribadah dan ketaatan kepada Allah.
DALIL & REFERENCES
KATA BIJAK UNTUK STATUS
"semua nikmat datang dari Allah"
"orang yang tidak menetapkan nikmat dari Allah maka dia kufur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala"
"Alhamdulillah mantap"
"dikir hati diikuti oleh Insan ini hati hati merasakan adanya nikmat"
"syukur dengan amal itu syukur dengan aksi itu adalah Allah perintahkan Nabi Daud"
"syukur dengan taat pajak ke mesjid kita jalan kaki menuju syukur kepada Allah kita"