Tafsir Al Qur'an - Surah Al Insyiqaq

Ustadz Maududi Abdullah Lc.
01 January 2024 • 1 VIEWS • Durasi: 1:24:01 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

tafsir-al-quran-surah-al-insyiqaq-ustadz-maududi-abdullah.mp3

DOWNLOAD

Kajian ini membahas Surah Al Insyiqaq secara mendalam, dimulai dari pengenalan surah yang termasuk dalam juz 30 dan memiliki tema besar tentang hari kiamat serta pertanggungjawaban manusia. Ustadz Maududi Abdullah menjelaskan bahwa surah ini menggambarkan bagaimana langit terbelah, bumi diratakan, dan manusia digiring untuk menerima catatan amal mereka. Beliau menekankan bahwa setiap perbuatan, sekecil apapun, akan dicatat dan diperlihatkan pada hari itu. Kajian ini juga mengupas perbedaan nasib antara orang yang menerima catatan amal dari kanan (golongan kanan) dan dari belakang punggung (golongan kiri). Selain itu, dibahas pula tentang pentingnya iman dan amal saleh sebagai bekal menghadapi hari akhir. Ustadz Maududi juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan ujian, sehingga manusia harus selalu introspeksi diri. Beliau mengajak jamaah untuk merenungkan ayat-ayat Allah yang ada di alam semesta sebagai tanda kekuasaan-Nya. Kajian ditutup dengan pesan agar kita selalu berusaha menjadi hamba yang bersyukur dan bertakwa.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Apabila langit terbelah, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh, dan apabila bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh. (Al Insyiqaq: 1-5)"
— QS. Al Insyiqaq: 1-5
"Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada keluarganya dengan gembira. (Al Insyiqaq: 7-9)"
— QS. Al Insyiqaq: 7-9
"Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang punggungnya, maka dia akan berteriak: 'Celakalah aku!' Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala. (Al Insyiqaq: 10-12)"
— QS. Al Insyiqaq: 10-12
"Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya. Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya). (Al Insyiqaq: 13-14)"
— QS. Al Insyiqaq: 13-14
"Maka Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja, dan dengan malam dan apa yang diselubunginya, dan dengan bulan apabila jadi purnama, sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat. (Al Insyiqaq: 16-19)"
— QS. Al Insyiqaq: 16-19
"Maka mengapa mereka tidak mau beriman? Dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak mau bersujud? (Al Insyiqaq: 20-21)"
— QS. Al Insyiqaq: 20-21
"Bahkan orang-orang kafir itu mendustakan (Al Quran). Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan. (Al Insyiqaq: 22-23)"
— QS. Al Insyiqaq: 22-23
"Maka sampaikanlah kepada mereka kabar gembira tentang azab yang pedih. (Al Insyiqaq: 24)"
— QS. Al Insyiqaq: 24
"Tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya. (Al Insyiqaq: 25)"
— QS. Al Insyiqaq: 25

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Hari kiamat adalah kepastian, jangan biarkan dunia melalaikanmu."

WHATSAPP

"Setiap amalmu dicatat, sekecil apapun akan diperlihatkan."

WHATSAPP

"Jadilah golongan kanan yang mendapat hisab ringan."

WHATSAPP

"Dunia hanyalah persinggahan, akhirat adalah tujuan abadi."

WHATSAPP

"Jangan iri pada kenikmatan dunia, karena itu sementara."

WHATSAPP

"Introspeksi diri setiap hari agar amalmu semakin baik."

WHATSAPP

"Kekuasaan Allah tampak dalam pergantian siang dan malam."

WHATSAPP

"Bersyukurlah atas nikmat Allah agar bertambah."

WHATSAPP

"Ketaatan kepada Allah adalah investasi terbaik."

WHATSAPP

"Jangan sombong, karena semua akan kembali kepada Allah."

WHATSAPP