Tafsir Surat 'abasa

Ustadz Abdullah Zaen M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 44:35 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP TELEGRAM

Kajian ini membahas Tafsir Surat 'Abasa, yang dimulai dengan teguran Allah kepada Nabi Muhammad SAW karena bermuka masam kepada seorang buta bernama Abdullah bin Ummi Maktum. Surat ini mengajarkan tentang adab berdakwah, keadilan sosial, dan pentingnya menghargai setiap manusia tanpa memandang status. Ustadz Abdullah Zaen menjelaskan bahwa surat ini turun sebagai pelajaran bagi umat Islam agar tidak meremehkan orang yang datang mencari ilmu, meskipun mereka dari kalangan lemah. Selain itu, surat ini juga mengingatkan tentang nikmat Allah yang melimpah, seperti makanan, air, dan tumbuhan, yang seharusnya membuat manusia bersyukur. Kajian ini menekankan bahwa dakwah harus dilakukan dengan penuh kasih sayang dan tidak pilih kasih. Setiap ayat mengandung hikmah mendalam tentang kehidupan dan akhirat.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dia (Nabi) bermuka masam dan berpaling, karena seorang buta telah datang kepadanya."
— QS. 'Abasa: 1-2
"Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, maka engkau (Nabi) beri perhatian kepadanya."
— QS. 'Abasa: 5-6
"Maka apabila datang suara yang memekakkan (hari kiamat), pada hari itu manusia lari dari saudaranya."
— QS. 'Abasa: 33-34
"Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit)."
— QS. 'Abasa: 24-25
"Kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu."
— QS. 'Abasa: 26-27
"Dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu."
— QS. 'Abasa: 28-32
"Pada hari itu manusia lari dari ibunya, bapaknya, istrinya, dan anak-anaknya."
— QS. 'Abasa: 34-36
"Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya."
— QS. 'Abasa: 37
"Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga."
— Hadits Riwayat Muslim
"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian."
— Hadits Riwayat Muslim

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Jangan pernah meremehkan orang yang datang mencari ilmu, meskipun ia buta atau miskin."

WHATSAPP

"Dakwah yang ikhlas tidak memandang status sosial, tetapi melihat hati yang haus akan hidayah."

WHATSAPP

"Kiamat adalah saat di mana harta dan keluarga tidak lagi berguna, hanya amal yang menemani."

WHATSAPP

"Syukurilah setiap tetes air dan butir makanan, karena itu semua adalah nikmat dari Allah."

WHATSAPP

"Orang yang merasa cukup sering kali lalai, sementara yang kekurangan justru lebih dekat dengan Tuhan."

WHATSAPP

"Belajarlah dari Abdullah bin Ummi Maktum, keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menuntut ilmu."

WHATSAPP

"Allah mengingatkan kita untuk tidak sombong, karena semua manusia lemah di hadapan-Nya."

WHATSAPP

"Setiap teguran dari Allah adalah kasih sayang yang ingin memperbaiki akhlak kita."

WHATSAPP

"Jadilah pribadi yang rendah hati, karena kesombongan hanya akan menjauhkan dari rahmat Allah."

WHATSAPP

"Ilmu adalah warisan para nabi, bagikanlah kepada siapa pun yang membutuhkan."

WHATSAPP