Tafsir Al-Qur'an Tafsir Surat 'abasa Ayat 18

Ustadz Abdullah Zaen M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 37:00 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP TELEGRAM

Kajian ini membahas Tafsir Surat 'Abasa ayat 18 yang mengingatkan manusia tentang asal-usul penciptaan mereka. Ustadz Abdullah Zaen menjelaskan bahwa ayat ini menekankan betapa kecil dan lemahnya manusia di hadapan Allah, karena diciptakan dari setetes air mani yang hina. Namun, Allah memberikan kehormatan dengan menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Ayat ini menjadi renungan agar manusia tidak sombong dan selalu bersyukur. Kajian juga mengupas konteks turunnya ayat, yaitu teguran Allah kepada Nabi Muhammad yang bermuka masam kepada Abdullah bin Ummi Maktum. Pelajaran penting adalah bahwa dakwah harus dilakukan dengan akhlak mulia, tanpa membeda-bedakan status sosial. Setiap manusia memiliki martabat yang sama di sisi Allah, hanya ketakwaan yang membedakan. Ayat ini juga mengajak manusia untuk merenungkan perjalanan hidup dari awal penciptaan hingga akhirat. Dengan memahami asal-usul yang hina, manusia diharapkan tidak berlaku angkuh. Kajian ditutup dengan dorongan untuk mengamalkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dari apakah Allah menciptakannya?"
— QS. 'Abasa: 18
"Dia diciptakan dari air (mani) yang dipancarkan."
— QS. At-Tariq: 6
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya."
— QS. At-Tin: 4
"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong."
— QS. Al-Isra': 37
"Barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri."
— QS. Luqman: 12
"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri."
— QS. An-Nahl: 23
"Maka ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu."
— QS. Al-Baqarah: 152
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman."
— QS. Al-Hijr: 88
"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa."
— QS. Al-Hujurat: 13
"Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya."
— QS. An-Nasr: 3

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Jangan sombong, karena kita berasal dari setetes air yang hina."

WHATSAPP

"Rendah hati adalah kunci untuk dicintai Allah dan sesama."

WHATSAPP

"Setiap orang berhak dihormati, tanpa memandang statusnya."

WHATSAPP

"Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah."

WHATSAPP

"Bersyukurlah dengan hati, lisan, dan perbuatan."

WHATSAPP

"Kesombongan menghapus amal kebaikan seperti api membakar kayu."

WHATSAPP

"Jangan pernah meremehkan orang yang datang untuk belajar."

WHATSAPP

"Introspeksi diri setiap hari agar tidak terjerumus dosa."

WHATSAPP

"Konsisten dalam kebaikan meskipun sedikit lebih baik."

WHATSAPP

"Perbanyak istighfar, karena kita tidak luput dari kesalahan."

WHATSAPP