Kaidah Kehidupan Al Quran dalam #38 Biar Allah Yg Menyelesaikan Masalahmu ○
DENGARKAN AUDIO KAJIAN
kaidah-kehidupan-al-quran-dalam-38-biar-allah-yg-menyelesaikan-masalahmu-dr.mp3
Pembahasan kali ini melanjutkan kaidah-kaidah Quraniah yang terkait dalam kehidupan kita, baik secara individu maupun bermasyarakat. Kaidah ke-38 ini berjudul "Biarlah Allah yang menolong dengan caranya."
Kaidah ini diambil dari firman Allah SWT dalam Surah Al-A'raf ayat 137, yang artinya: "Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Firaun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun." Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT memberikan pertolongan kepada Bani Israil setelah ratusan tahun mereka ditindas oleh Firaun dan bala tentaranya. Pertolongan datang setelah mereka melakukan sebab pertolongan Allah, yaitu bersabar. Allah memberikan solusi dengan cara-Nya.
Makna Sabar:
- Secara bahasa (al-habsu): Menahan. Contohnya, ungkapan qutila shabran, yang berarti terbunuh dalam kondisi ditahan.
- Secara istilah: Menahan diri dari hal-hal yang menunjukkan protes atas keputusan Allah. Ini meliputi:
- Menahan hati: Agar tidak protes, benci, marah, merasa Allah tidak adil, atau berprasangka buruk terhadap keputusan Allah.
- Menahan lisan: Dari kata-kata yang menunjukkan protes, seperti ratapan (niahah) saat kematian, yang termasuk dosa besar. Islam membolehkan bersedih, tetapi melarang meratap atau mengatakan Allah salah.
- Menahan anggota tubuh: Dari tindakan seperti menampar pipi, merobek baju, atau menyeru dengan seruan jahiliah, sebagaimana sabda Nabi ﷺ, "Bukan dari golongan kami orang-orang yang tatkala terkena musibah kemudian dia menampar-nampar pipinya, dia merobek-robek bajunya, dan dia menyeru dengan seruan jahiliah."
Macam-macam Sabar (secara umum ada tiga):
- Sabar dalam menjalankan ketaatan: Ini membutuhkan kesabaran yang besar. Contohnya menunaikan janji kepada Allah, menyambung tali silaturahmi (meskipun ada kata-kata menyakitkan dari kerabat), berbuat ikhlas (tidak mengharap pujian atau imbalan dari manusia), mendirikan salat (khususnya salat malam dan subuh), dan berinfak (baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan). Allah memuji penghuni surga dalam QS Ar-Ra'd 20-24 dan QS Al-Furqan 63-75 karena kesabaran mereka dalam ketaatan.
- Sabar dalam meninggalkan maksiat: Contoh paling mulia adalah kisah Nabi Yusuf alaihissalam ketika digoda oleh Zulaikha dan wanita-wanita Mesir. Ini adalah ujian berat bagi seorang lelaki. Nabi Yusuf memilih dipenjara daripada terjerumus dalam kemaksiatan. Rasulullah ﷺ juga menyebutkan dalam hadis tentang tujuh golongan yang dinaungi Allah di hari kiamat, di antaranya lelaki yang dirayu wanita cantik dan kaya raya namun berkata, "Aku takut kepada Allah." Meninggalkan maksiat membutuhkan perjuangan karena hawa nafsu cenderung menyukainya. Pelaku maksiat disebut jahil (bodoh) karena menumbalkan kenikmatan abadi di akhirat demi kenikmatan sesaat di dunia. Contohnya, orang yang minum khamar di dunia tidak akan meminumnya di akhirat, atau orang yang memakai sutra di dunia tidak akan memakainya di surga.
- Sabar dalam menghadapi musibah: Di balik musibah pasti ada hikmah yang Allah kehendaki. Musibah terkadang merupakan nikmat yang datang dalam bentuk yang berbeda, seperti Nabi Yusuf yang melalui serangkaian musibah (dihasadi kakak-kakaknya, dibuang ke sumur, dijual sebagai budak, dipisahkan dari orang tua, dipenjara) hingga akhirnya menjadi bangsawan. Musibah juga dapat menghindarkan kita dari musibah yang lebih besar, seperti kisah panglima yang cedera kakinya sehingga tidak ikut membunuh Husain bin Ali. Musibah juga menyembuhkan penyakit hati seperti sombong dan ujub, mengingatkan kita bahwa segala sesuatu datang dari Allah. Namrud, misalnya, menjadi sombong karena kekuasaan dan umur panjang tanpa pernah diuji. Terkadang musibah juga menjadi cara Allah menggugurkan dosa-dosa kita.
Perbandingan Jenis Sabar: Pilihan vs Terpaksa
- Sabar Pilihan (As-Sabrul Ikhtiyari): Sabar yang dilakukan ketika seseorang memiliki pilihan antara ketaatan/meninggalkan maksiat dengan kemaksiatan/keburukan. Contoh: memilih salat subuh daripada tidur, memilih nonton ceramah daripada film maksiat, atau Nabi Yusuf yang menolak berzina. Sabar jenis ini lebih afdal karena ada opsi buruk yang sengaja ditinggalkan.
- Sabar Terpaksa (As-Sabrul Idhtirari): Sabar yang dilakukan ketika tidak ada pilihan lain selain menerima musibah yang terjadi. Contoh: Nabi Yusuf dibuang ke sumur atau dipenjara, atau sabarnya Nabi Ayub yang kehilangan keluarga, harta, dan menderita sakit parah. Nabi Ayub dipuji Allah sebagai hamba yang sangat sabar (QS Shaad: 44).
Adab dalam Bersabar:
- Ikhlas karena Allah: Sabar adalah ibadah, dan ibadah harus karena Allah. Tidak perlu mempublikasikan atau memamerkan kesabaran di media sosial. Orang yang sabar karena mencari wajah Allah tidak mengharap pujian manusia. Jika sabar demi pujian, ia akan mendatangkan dosa (ria).
- Meyakini hanya Allah yang bisa membuat sabar: Sebagaimana firman Allah, "Bersabarlah, tidaklah kau bersabar kecuali karena Allah." (QS An-Nahl: 127). Kita tidak mungkin sabar kecuali Allah yang menguatkan hati kita. Ketika terkena musibah, ucapkan "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" (segala sesuatu milik Allah dan akan kembali kepada-Nya) dan "Alhamdulillah ala kulli hal" (segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan). Ini mengingatkan bahwa Allah adalah pemilik segalanya dan setiap keputusan-Nya pasti mengandung kebaikan. Kisah Ummu Sulaim yang sabar ketika anaknya meninggal dunia dan kisah ayah dari Al-Walid Al-Ali yang tetap tegar ketika anaknya wafat menunjukkan kekuatan iman dan keyakinan bahwa Allah-lah yang menganugerahkan kesabaran.
Keutamaan Sabar:
- Dicintai oleh Allah: "Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar." (QS Ali Imran: 146) Semakin sabar, semakin dicintai Allah.
- Pahala tanpa batas: "Sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu akan dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS Az-Zumar: 10)
- Allah bersama orang yang sabar: "Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS Al-Baqarah: 153) Allah akan menyertai dan menolong kita. Jika tidak sabar, Allah akan meninggalkan kita.
- Setengah keimanan: Sabar dan syukur adalah dua pilar iman. Barang siapa yang menggabungkan keduanya (sabar saat musibah dan bersyukur saat nikmat), maka imannya sempurna.
- Allah akan memberi solusi dengan cara-Nya: Bersabarlah seperti para rasul Ulul Azmi yang memiliki tekad kuat dan selalu berikhtiar. Allah akan memberikan solusi terbaik. Firman Allah: "Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu." (QS Al-Baqarah: 45) Ini menunjukkan sabar adalah kunci solusi terbaik. Syekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, jika seseorang bersabar, Allah pasti menolongnya. Jika seseorang tidak sabar dan mencoba menolong dirinya sendiri, ia menyerahkan urusannya kepada dirinya yang lemah. Al-Alusi dan Hasan Al-Bashri juga menyampaikan, jika masyarakat bersabar dan berdoa saat menghadapi penguasa zalim, Allah akan mencabut penderitaan mereka. Namun, jika mereka tergesa-gesa dengan pedang, hasilnya akan semakin parah.
Hendaknya kita bersabar dalam setiap permasalahan, baik besar maupun kecil, sambil terus berikhtiar. Cepat atau lambat, Allah akan memberikan solusi yang terbaik.
POINTERS & CONCLUSIONS
- Sabar adalah kunci pertolongan Allah, sebagaimana kisah Bani Israil yang dibebaskan dari Firaun setelah kesabaran mereka.
- Sabar mencakup menahan hati, lisan, dan anggota tubuh dari protes atas keputusan Allah.
- Ada tiga macam sabar: dalam ketaatan, meninggalkan maksiat, dan menghadapi musibah.
- Sabar dalam ketaatan meliputi keikhlasan, menunaikan janji, silaturahmi, salat, dan infak.
- Sabar meninggalkan maksiat sangat berat, bahkan seorang Nabi Yusuf pun meminta perlindungan Allah dari godaan, dan pelakunya disebut bodoh karena menukar kenikmatan abadi dengan kesenangan sesaat.
- Sabar menghadapi musibah mengajarkan hikmah: bisa jadi nikmat terselubung, menghindarkan dari musibah lebih besar, menghilangkan penyakit hati, atau menggugurkan dosa.
- Sabar pilihan (ada opsi buruk tapi memilih sabar) lebih utama daripada sabar terpaksa (tidak ada pilihan lain selain sabar).
- Adab bersabar yang utama adalah ikhlas karena Allah dan meyakini bahwa hanya Allah yang dapat menganugerahkan kesabaran.
- Keutamaan sabar sangat banyak: dicintai Allah, pahala tanpa batas, Allah membersamai, menjadi setengah keimanan, dan Allah akan memberikan solusi terbaik.
DALIL & REFERENCES
KATA BIJAK UNTUK STATUS
"Pertolongan Allah datang setelah kesabaran, bukan setelah putus asa."
"Sabar sejati adalah menahan hati, lisan, dan anggota tubuh dari protes atas takdir-Nya."
"Ketaatan membutuhkan kesabaran, dan meninggalkan maksiat adalah perjuangan kesabaran."
"Musibah adalah nikmat yang menyamar, pembuka hikmah, dan penggugur dosa."
"Pilihlah sabar dalam ketaatan, karena itu sabar yang paling mulia di sisi Allah."
"Ikhlas dalam sabar adalah tidak memamerkannya; biarlah Allah saja yang tahu perjuanganmu."
"Meyakini bahwa hanya Allah yang memberimu sabar akan menghilangkan ujub dari hatimu."
"Saat musibah melanda, katakan 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un' dan 'Alhamdulillah ala kulli hal' dengan sepenuh hat"
"Sabar itu dicintai Allah, pahalanya tanpa batas, dan Allah senantiasa bersamamu."
"Serahkan masalahmu kepada Allah, dan bersabarlah; Dia akan memberi solusi dengan cara terbaik-Nya."