Nasihat Ramadan #

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc.
23 April 2026 • 1 VIEWS • Durasi: 2:19:10 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc. memberikan berbagai nasihat dan jawaban atas pertanyaan seputar Ramadan dan ibadah lainnya, menekankan pentingnya pemahaman dalil yang shahih dan penerapan syariat sesuai tuntunan.

Mengenai malam Lailatul Qadar, keutamaannya dapat diraih oleh siapa saja yang beribadah karena iman dan berharap pahala, bukan hanya bagi mereka yang beriktikaf. Rasulullah tidak membatasi keutamaan ini hanya pada orang yang beriktikaf semata. Cukup dengan menghidupkan malam tersebut dengan ibadah.

Terkait zakat fitr, Ustadz menjelaskan bahwa standar 2,5 kg yang ditetapkan MUI adalah sah. Menambahkan porsi hingga 2,8 kg atau lebih adalah bentuk keutamaan yang dianjurkan. Untuk zakat mal, boleh disalurkan kepada kaum duafa dan anak yatim yang miskin. Anak yatim yang kaya raya tidak berhak menerima zakat.

Perihal fidyah, Anas bin Malik pernah membayar fidyah dengan mengundang 30 fakir miskin untuk makan sepuasnya karena tidak berpuasa 30 hari. Cara terbaik adalah membayar fidyah setiap hari kita tidak berpuasa. Takaran fidyah adalah setengah sha' atau sekitar 1,5 liter beras per hari. Penerima fidyah adalah orang tua renta yang tidak mampu berpuasa, orang sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya, serta wanita hamil dan menyusui. Wanita hamil dan menyusui cukup membayar fidyah, tidak wajib mengqada, kecuali jika mereka tidak berpuasa karena sakit non-kehamilan.

Ketika memiliki utang puasa Ramadan dan ingin berpuasa Syawal, kewajiban mengqada Ramadan harus didahulukan karena sifatnya wajib, dibandingkan puasa Syawal yang sunah. Namun, jika mengqada akan menghabiskan seluruh bulan Syawal sehingga tidak ada kesempatan puasa Syawal, sebagian ulama membolehkan puasa Syawal terlebih dahulu.

Membaca Al-Qur'an dalam salat wajib menggunakan bahasa Arab, tidak sah jika menggunakan terjemahan bahasa Indonesia. Meskipun membaca Al-Qur'an tanpa memahami maknanya tetap mendatangkan pahala (10 kebaikan per huruf), keutamaan tadabur (merenungkan makna) akan melipatgandakan pahala dan merupakan tujuan utama diturunkannya Al-Qur'an.

Ustadz juga menjelaskan tentang jumlah rakaat salat Tarawih yang tidak dibatasi bilangan tertentu (boleh lebih dari 11 rakaat), berdasarkan pendapat jumhur ulama dan hadis Rasulullah. Setelah salat Tarawih, seseorang boleh salat malam lagi, namun jika sudah salat Tarawih bersama imam sampai selesai, pahalanya sudah dicatat seperti salat semalam suntuk.

Fenomena pertengkaran dalam rumah tangga adalah lumrah dan manusiawi, bahkan terjadi pada Rasulullah SAW. Kunci kebahagiaan rumah tangga adalah bagaimana suami istri menyelesaikan pertengkaran dengan baik dan mampu menahan emosi. Selain itu, ghibah (menggunjing) dan maksiat lainnya dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa. Oleh karena itu, melatih diri menahan amarah dan menghindari perbuatan dosa sangat penting, terutama di bulan Ramadan. Cara menasihati teman yang berbuat maksiat harus dilakukan dengan hikmah, kelembutan, dan kesabaran, tidak tergesa-gesa mengharapkan hasil instan.

Mengenai salat Tasbih, Ustadz cenderung pada pendapat yang mensahihkan hadisnya karena banyak jalur periwayatan yang saling menguatkan. Sehingga, salat Tasbih dianggap sunah.

Perdebatan mengenai posisi Allah dijelaskan bahwa Allah bersemayam di atas Arasy-Nya tanpa menyerupai makhluk-Nya. Fitrah manusia saat berdoa adalah menghadap ke atas. Mengatakan Allah tidak di mana-mana dapat diartikan bahwa Allah tidak ada. Kesimpulan ini juga didukung oleh perubahan pendapat Imam Al-Juwaini setelah diingatkan muridnya.

Hadis tentang salat Witir sebagai penutup salat malam tidak bersifat mutlak, karena ada riwayat Rasulullah salat dua rakaat setelah Witir. Jika seseorang melakukan dosa yang tidak membatalkan puasa, puasanya tetap sah namun ia harus segera bertaubat dan beristigfar. Salat tahajud dengan niat mengharapkan kesembuhan agar dapat beribadah kembali dengan kuat adalah bentuk keikhlasan.

Ustadz menegaskan bahwa syariat Islam bersifat universal, bukan hanya untuk satu ras tertentu. Mengenai meminta THR dari instansi atau kantor, pada dasarnya tidak dianjurkan kecuali dalam kondisi darurat atau kepada penguasa. Namun, menaati pemimpin harus karena ketaatan kepada Allah, bukan karena imbalan dunia.

Terkait tanda puasa diterima Allah, jawabannya ada dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 183, yaitu tercapainya ketakwaan. Jika puasa tidak meningkatkan ketakwaan (misal, setelah Ramadan masih suka maksiat), maka puasa tersebut dipertanyakan. Ini juga didasarkan pada firman Allah bahwa Dia hanya menerima ibadah dari orang-orang yang bertakwa.

Alasan salat dihisab pertama kali di hari kiamat dibandingkan puasa adalah karena salat adalah ibadah harian yang merupakan hubungan vertikal terkuat dengan Allah, berfungsi mencegah perbuatan keji dan mungkar, dan perintahnya langsung dari Allah tanpa perantara.

Jika muntah tanpa sengaja saat puasa, puasanya tidak batal. Namun, jika muntah disengaja, puasa batal. Ini serupa dengan makan atau minum karena lupa, tidak membatalkan puasa. Meminum obat yang masuk ke kerongkongan saat puasa, seperti kapsul dan air, akan membatalkan puasa, namun dimaafkan jika karena darurat sakit dan wajib diqada.

Perdebatan dunia dan akhirat dijelaskan bahwa jalan menuju surga itu gampang-gampang susah karena dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai hawa nafsu. Sebaliknya, jalan menuju neraka itu mudah karena dikelilingi syahwat. Perjuangan melawan hawa nafsu adalah jihad yang paling utama. Untuk meraih surga, dibutuhkan kesungguhan dan kesabaran dalam menaati Allah.

Hukum bermakmum kepada imam yang akhlaknya kurang baik adalah boleh, namun dosa imam ditanggung sendiri. Akan tetapi, tidak boleh salat di belakang imam yang tidak tumakninah karena tumakninah adalah rukun salat. Kewajiban orang tua adalah menasihati anak, namun hidayah sepenuhnya di tangan Allah. Orang tua harus sabar dan tidak putus asa dalam menasihati anak, serta banyak berdoa.

Untuk mendapatkan jodoh yang saleh, seseorang harus banyak berdoa, berusaha mencari, dan yang terpenting, berusaha menjadi pribadi yang saleh terlebih dahulu. Hati dan diri yang sinkron membutuhkan perjuangan (jihad melawan diri sendiri) dan pembiasaan yang luar biasa.

Tidak ada cara melampiaskan marah yang diperbolehkan dalam Islam. Yang ada adalah menahan amarah dengan membaca ta'awudz, mengubah posisi, diam, atau melakukan aktivitas fisik. Saat bekerja, lebih baik fokus pada pekerjaan, dan membaca Al-Qur'an di waktu khusus. Adapun zikir boleh dilakukan di setiap keadaan.

Mengenai Nisfu Sya'ban, hadis sahih menyebutkan bahwa Allah mengampuni dosa hamba-Nya di malam tersebut kecuali orang musyrik dan orang yang bertengkar. Ini adalah malam yang mulia, namun tidak ada amalan khusus yang disyariatkan, sehingga boleh beribadah apa saja tanpa mengkhususkan. Pemberian dari dukun hukumnya haram, kecuali jika jelas berasal dari usaha halal dan terhindar dari syubhat.

Untuk wanita, salat di rumah lebih utama daripada di masjid, bahkan untuk salat wajib maupun Tarawih. Namun, jika ke masjid dapat lebih khusyuk, itu diperbolehkan dengan syarat tidak *tabarruj*. Salat tahajud dimulai setelah Isya hingga terbit fajar, dengan waktu paling utama di sepertiga malam terakhir. Umrah tanpa mahram hukumnya haram bagi wanita, kecuali bagi wanita renta (usia 60 tahun ke atas) yang tidak menimbulkan fitnah di perjalanan.

Hukum cium tangan kepada ulama atau orang yang lebih tua adalah boleh sesekali, tidak dijadikan kebiasaan. Adapun tindakan mentahzir (memperingatkan) seorang Ustaz harus didasari alasan syar'i yang kuat dan bukti yang jelas. Jangan ikut memperkeruh suasana jika alasannya hanya perbedaan ijtihadiah. Penting untuk mengetahui status dan akidah seorang Ustaz sebelum mengambil ilmu darinya.

Seseorang yang diberi amanah uang umat wajib menggunakannya sesuai kesepakatan awal pemberi amanah. Jika digunakan tidak sesuai, maka itu adalah pengkhianatan amanah. Adapun keberkahan bersahur itu mutlak untuk semua jenis puasa, tidak diikat dengan puasa Ramadan saja. Dan bagi orang yang sengaja membatalkan puasa, ada perbedaan pendapat ulama mengenai kewajiban qada.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Siapa yang bangun di waktu malam Lailatul Qadar untuk beribadah karena iman dan berharap pahala, akan diampuni dosa yang lalu."
— Hadis Rasulullah SAW (tidak disebutkan perawi lengkap di transkrip) • REFERENCE LINK
من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه
"Siapa yang tidak meninggalkan berkata dusta dan mengamalkan terus-menerus, Allah tidak butuh kepada puasanya."
— Hadis Rasulullah SAW (HR Bukhari) • REFERENCE LINK
الصلاة مثنى مثنى
"Salat malam itu dua-dua."
— Hadis Rasulullah SAW (HR Bukhari dan Muslim) • REFERENCE LINK
إِجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِالْوِتْرِ
"Jadikan akhir salat malam kalian salat Witir."
— Hadis Rasulullah SAW (tidak disebutkan perawi lengkap di transkrip) • REFERENCE LINK
وأن المساجد لله فلا تدعوا مع الله أحدا
"Dan bahwasanya Masjid itu untuk Allah, karena itu untuk Allah dan milik Allah."
— QS Al-Jinn (72:18) • REFERENCE LINK
لا يحل لامرأة تؤمن بالله واليوم الآخر أن تسافر مسيرة يوم وليلة إلا ومعها ذو محرم
"Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan kehidupan akhirat untuk Safar sejarak sehari semalam kecuali bersama mahram."
— Hadis Rasulullah SAW (tidak disebutkan perawi lengkap di transkrip) • REFERENCE LINK
يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian puasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa."
— QS Al-Baqarah (2:183) • REFERENCE LINK
فدية طعام مسكين
"Fidyah di sini bentuk tunggal makanan miskin (satu fidyah satu miskin)."
— QS Al-Baqarah (2:184) • REFERENCE LINK
إنما يتقبل الله من المتقين
"Sesungguhnya Allah hanyalah menerima ibadah dari orang yang bertakwa."
— QS Al-Ma'idah (5:27) • REFERENCE LINK
إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر
"Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar."
— QS Al-Ankabut (29:45) • REFERENCE LINK
من استقاء عمدا فليقضِ، ومن غلبه القيء فلا يقضِ
"Siapa yang terdorong oleh muntah tidak perlu ia mengqadanya, dan siapa yang muntah dengan sengaja maka dia wajib mengganti puasanya."
— Hadis Rasulullah SAW (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad) • REFERENCE LINK
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
"Apakah kalian mengira akan masuk surga sementara belum kalian mengalami apa yang dialami oleh orang-orang sebelum kalian? Mereka ditimpa kesusahan dan kesulitan sampai-sampai Rasul dan orang-orang beriman berkata: 'Kapan datangnya Pertolongan Allah?' Ingatlah, sesungguhnya Pertolongan Allah itu dekat."
— QS Al-Baqarah (2:214) • REFERENCE LINK
يُصَلُّونَ لَكُمْ، فَإِنْ أَصَابُوا فَلَكُمْ وَلَهُمْ، وَإِنْ أَخْطَئُوا فَلَكُمْ وَعَلَيْهِمْ
"Para imam itu akan mengimami kalian, apabila salat mereka benar kalian dapat pahala mereka dapat pahala, apabila salat mereka salah kalian dapat pahala mereka yang berdosa."
— Hadis Rasulullah SAW (HR Bukhari dan Muslim) • REFERENCE LINK
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ
"Sesungguhnya engkau wahai Muhammad tidak bisa memberikan Hidayah kepada siapa yang kamu sukai tapi Allah memberikan Hidayah siapa yang dikehendaki."
— QS Al-Qasas (28:56) • REFERENCE LINK
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ
"Ada tiga doa yang dikabulkan oleh Allah (diantaranya doa orang tua untuk anaknya)."
— Hadis Rasulullah SAW (tidak disebutkan perawi lengkap di transkrip) • REFERENCE LINK
الْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ
"Hakikat Mujahid adalah orang yang berjihad (melawan) dirinya untuk menaati Allah."
— Hadis Rasulullah SAW (HR Tirmidzi) • REFERENCE LINK
لا تغضب
"Jangan marah."
— Hadis Rasulullah SAW (tidak disebutkan perawi lengkap di transkrip) • REFERENCE LINK
بُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ
"Rumah mereka (wanita) lebih baik buat mereka."
— Hadis Rasulullah SAW (HR Abu Dawud) • REFERENCE LINK
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
"Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala insya Allah."
— Hadis Rasulullah SAW (HR Abu Dawud) • REFERENCE LINK
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
"Bersahurlah sesungguhnya sahur itu Barokah."
— Hadis Rasulullah SAW (tidak disebutkan perawi lengkap di transkrip) • REFERENCE LINK
مَنْ قَالَتْ فِي أَخِيهِ مَا لَيْسَ فِيهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ رَدَغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ
"Siapa yang menuduh saudaranya dengan apa yang tidak ada padanya, maka Allah akan memasukkan orang yang menuduh itu ke dalam nanah dan darah penduduk api neraka sampai ia membawakan bukti terhadap tuduhannya tersebut."
— Hadis Rasulullah SAW (disahihkan Syekh Albani) • REFERENCE LINK

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Ibadah di Lailatul Qadar itu bukan hanya untuk yang iktikaf, tapi untuk setiap jiwa yang beriman."

WHATSAPP

"Jangan sia-siakan pahala puasa dengan lisan yang berkata dusta atau menggunjing."

WHATSAPP

"Hidayah itu milik Allah, tugas kita hanya terus menasihati tanpa kenal putus asa."

WHATSAPP

"Salat adalah tiang agama, baiknya salat menentukan baiknya seluruh amal kita."

WHATSAPP

"Pertengkaran dalam rumah tangga itu wajar, kuncinya pada bagaimana kita menyelesaikannya dengan baik."

WHATSAPP

"Surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai nafsu, neraka dikelilingi oleh syahwat."

WHATSAPP

"Jihad terbesar kita adalah melawan hawa nafsu dan syahwat diri sendiri."

WHATSAPP

"Untuk mendapatkan pasangan yang baik, jadilah pribadi yang baik terlebih dahulu."

WHATSAPP

"Kesabaran adalah kunci dalam mendidik anak, karena hidayah datang pada saat yang tak terduga."

WHATSAPP

"Takwa adalah buah manis dari puasa yang diterima oleh Allah."

WHATSAPP